“Kondisi Badan Pesawat Sudah Seperti Kerupuk”

Evakuasi ekor pesawat AirAsia di Pangkalan Bun.

POJOKSATU – Nihilnya temuan jenazah dalam pencarian dan evakuasi lanjutan di seputar badan pesawat AirAsia membuat Panglima TNI Jenderal Moeldoko menarik pasukannya. Moeldoko memutuskan SAR unsur laut berakhir pada hari ke-30 Selasa (27/1).

Moeldoko telah berkoordinasi dengan KNKT terkait dengan keputusan TNI menarik diri dari lokasi jatuhnya pesawat pada Minggu (28/12/2014).

’’Tim penyelam kami memastikan tidak menemukan lagi jenazah di dalam bodi pesawat,’’ tegas Moeldoko setelah pengarahan kepada perwira komandan satuan TNI-AL di Graha Samudera Bumimoro.

Ia menambahkan, upaya pengangkatan badan pesawat sepekan terakhir juga tanpa hasil karena cuaca kurang bersahabat. ’’Kondisi badan pesawat sudah seperti kerupuk. Analisis akan sulit karena kondisi sudah tidak utuh,’’ imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI-AL Laksamana Pertama Manahan Simorangkir menjelaskan, TNI-AL belum sepenuhnya menghentikan evakuasi pesawat AirAsia.

”Hanya, kami melakukan konsolidasi empat kapal terakhir yang mengikuti evakuasi tersebut,” paparnya.

Konsolidasi tersebut diperlukan karena proses evakuasi pesawat AirAsia tentu telah menimbulkan efek besar pada kapal dan prajurit TNI-AL. Dia menjelaskan, TNI-AL perlu mengecek kesehatan setiap petugas yang mengikuti evakuasi. ”Yang sakit diobati dan yang kelelahan tentu harus istirahat,” terang Manahan.

Ditambahkan, kapal juga harus dicek. Sebab, bisa jadi kapal terpengaruh kondisi cuaca yang begitu berat dan akhirnya menjadi kurang baik. ”Tentu perlu perbaikan agar petugas yang mengendalikannya juga aman,” papar dia.

Manahan menambahkan, soal evakuasi AirAsia dihentikan atau berlanjut, pihaknya masih menunggu instruksi panglima TNI. Kalau memang dihentikan, tentu semua kapal tinggal berangkat ke pangkalan. ”Sebab, sebenarnya masih ada empat kapal yang lego atau bersandar di Pelabuhan Kumai,” ucap dia. (jp/one/ps)