Geledah Dinas Pertanian, Polda Jabar Tetapkan 7 Tersangka

korupsi
ilustrasi

POJOKSATU – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) melakukan penggeladahan di Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jabar, Jalan Surapati No 71 Kota Bandung.

Penggeledahan dilakukan terkait kasus tindak pidana korupsi (tipikor) dugaan penyimpangan pembelian alat mesin pertanian (Alsintan) yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 1,9 miliar.

Kasubdit III Polda Jabar AKBP Yayat Popon Ruhiyat mengatakan penggeledahan kali ini dalam rangka mengumpulkan barang bukti. “Ini anggaran tahun 2012. Dalam rangka mengoptimalkan alat bukti akan menggeledah dan menyita,” kata Yayat saat melakukan penggeledahan, Rabu (28/1).

Dalam kasus dugaan penyimpangan pembelian Alsintan ini, Polda Jabar menetapkan tujuh orang tersangka. Kendati sudah ditetapkan menjadi tersangka ketujuh tersangka belum dilakukan penahan.


“Ada tujuh tersangka. PNS nya dua berinisial WW dan NDA yang bertindak sebagai KPA (kuasa pengguna anggaran) dan PPK (pejabat pembuat komitmen). Dan lima orang lagi dari pihak pengada,” tuturnya.

Polda Jabar sendiri sudah melakukan penyelidikan kurang lebih selama satu tahun terhadap kasus yang memakan nilai proyek Rp 17 miliar dengan dana anggaran pembelanjaan daerah (APBD) pada tahun 2012.

Yayat menambahkan, modus yang dilakukan tersangka yakni dengan sengaja melakukan penggiringan dan mengarahkan pengadaan barang kepada merek tertentu. Menurutnya hal tersebut bentuk penyimpangan terhadap peraturan presiden tentang pengadaan barang. “Itu berupa traktor dan pompa air dalam rangka pra panen,” katanya.

Dalam penggeladahan yang dilakukan selama delapan jam tim dari Tipikor Polda Jabar menggeladah lima ruangan yang ada di Kantor Distan Provinsi Jabar. “Lima ruangan digeledah dan disita 117 dokumen,” sebutnya.

Atas perbuatan tersangka dikenakan pasal 2 pasal 3, dan pasal 12 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana yang telah diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi ancamannya 20 tahun penjara atau seumur hidup. (radar bandung/cr4/one)