Dilarang ‘Nyambi’ Berkesenian, Anang Protes

Anggota DPR, Anang Hermansyah
Anggota DPR, Anang Hermansyah
Anggota DPR, Anang Hermansyah

POJOKSATU – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR melarang Anggota DPR menjalankan pekerjaan sampingan ‘Nyambi’ dalak aktifitas kesenian. Anggota DPR dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Anang Hermansyah memprotes kode etik tersebut. Dirinya yang berkepentingan, mengaku akan mendorong disempurnakan kembali aturan tersebut.

Anang sendiri masih merasa perlu untuk beraktifitas di bidang seni tarik suara dan mencipta lagu, seperti sebelum ia dipilih menjadi wakil rakyat di Senayan.

“Karena banyak hal yang paling mudah, aku pencipta lagu, kalau bahasa (di kode etik) itu gak boleh ciptain lagu,” katanya di gedung DPR, Rabu (28/1).

Anang tidak keberatan kalau pengaturan lebih ketat bagi anggota DPR main film atau sinetron yang merendahkan martabat anggota dewan. Tapi untuk seni komersial tidak boleh serta merta dilarang.


“Kalau kegiatan seni komersial tidak boleh, ini harus ditata ulang bahasanya seperti apa. MKD harus lihat teman-teman dewan yang pekerja di seni. (Kalau dilarang) ini bertentangan dengan HAM, setiap orang berhak mengembangkan diri,” tandasnya.

Kode etik dewan sendiri batal disahkan dalam sidang paripurna DPR kemarin, karena banjir interupsi dari anggota. Banyak pasal yang dianggap bertentangan dengan Undang-undang MD3, misalnya anggota dilarang bertemu pejabat. (fat/jpnn/ps)