Banyak Modus Pencuri Pulsa, Menkominfo Siapkan UU Perlindungan

Rudiantara YangGajiKamuSiapa
Menkominfo Rudiantara

 

POJOKSATU Munculnya modus pencurian pulsa mulai marak terjadi di tahun 2011. Ketika itu, banyak konsumen pengguna telepon seluler yang mengeluhkan pulsanya tersedot akibat berbagai modus para pencuri pulsa. Hingga kini, praktik seperti itu disinyalir masih terjadi.

Wakil Ketua Komisi I Tantowi Yahya mengatakan, Komisi I DPR telah membentuk Panitia Kerja (Panja) Pencurian Pulsa sebagai respons atas aduan masyarakat. ”Panja ini sudah menghasilkan rekomendasi dan disampaikan ke pemerintah agar ditindaklanjuti,” ujarnya saat rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di Gedung DPR, Selasa malam (27/1).

Apa saja rekomendasinya? Tantowi menyebut, Panja meminta kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk menjalankan tugas dan kewenangan melalui fungsi pengaturan, pengawasan, dan pengendalian terhadap penyelenggaraan jasa pesan premium dan pengiriman jasa pesan singkat broadcast secara bertanggungjawab.


”Sehingga ke depan BRTI tidak melakukan kelalaian kembali terkait tugas dan kewenangannya,” katanya.

Selain itu, Komisi I DPR juga mendesak kepada operator seluler dan content provider (CP) dalam melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) Penyelenggaraan Jasa SMS Premium dan SMS Broadcast untuk memberikan perlindungan secara maksimal kepada masyarakat sebagai pengguna layanan jasa pesan premium.

Kepada aparat penegak hukum atau kepolisian, Komisi I meminta untuk menangani kasus pencurian pulsa secara tuntas sehingga pelaku pencurian pulsa, baik operator maupun CP, diproses. ”Selain itu, kami juga mendesak BRTI untuk menekankan kepada operator dan content provider agar mengembalikan pulsa yang sudah dicuri kepada konsumen,” ucapnya.

Menanggapi rekomendasi Panja Pencurian Pulsa tersebut, Menkominfo Rudiantara mengatakan, pihaknya mendukung 100 persen. Menurut dia, selama ini Undang-Undang Telekomunikasi lebih fokus mengatur tentang perizinan, sehingga perlindungan dan pelayanan pada konsumen belum mendapat perhatian. ”Makanya saya sangat setuju dan mendukung rekomendasi Panja,” ujarnya. (owi/fal/ps)