Banjir Ledekan, Admin Facebook “Jokowi” Diboyong ke Istana

Akun Facebook Jokowi

POJOKSATU -Akun Facebook Joko Widodo menjadi perbincangan hangat di dunia maya selama dua hari terakhir. Akun tersebut menjadi sasaran empuk para Netizen untuk menumpahkan ledekannya ke Presiden Jokowi dan Menkopolhukam Tedjo Edy Purdjianto.

Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto berulangkali telah membantah akun tersebut milik Presiden Jokowi. AndiĀ  berkilah akun tersebut tidak resmi. Menurut dia, meskipun akun itu sudah terverifikasi, update status di dinding facebook tersebut bukanlah dari Jokowi. Status itu diupdate Tim Kampanye Jokowi saat mencalonkan diri sebagai presiden.

Andi menjelaskan bahwa Jokowi sama sekali tidak pernah menuliskan pernyataan apapun di akun tersebut, termasuk di akun twitter-nya. Pengelolanya ada di Posko Pemenangan Jokowi pada Pilpres 2014 di Jalan Cemara Nomor 19 Jakarta Pusat.

“Itu adminnya di Cemara 19. Posko pemenangan dulu. Yang buat tim kampanye,” ujar Andi di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/1).


Meskipun dinyatakan tidak resmi, tapi akun ini masih meng-update status. Terbaru di statusnya tertulis “Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti…”. Status ini di-posting pada 25 Januari 2015 pukul 16:04.

Facebook Jokowi sudah disuka sebanyak 2.119.910 netizen. Di dinding facebook juga diinformasikan “Laman Resmi Facebook Ir H Joko Widodo, Presiden Terpilih Republik Indonesia 2014-2019”.

Belum diketahui modus di balik pengumuman akun tidak resmi yang dilakukan Andi. Tapi yang jelas kata dia, karena pengikutnya sudah banyak, maka akan segera diintegrasikan pengelolanya di Istana. Andi menjelaskan bahwa pihak Istana berencana merekrut admin akun itu untuk mengelola akun khusus bagi presiden.

Menurutnya, jika direkrut, admin akan berada langsung di bawah jajaran Sespri presiden. “Karena akun itu sudah punya banyak pengikutnya, supaya masyarakat tidak bingung, makanya saya tegaskan kemarin bahwa akun itu bukan akun resmi presiden Jokowi. Tidak ada yang salah di akun tersebut. Kami sedang berencana integrasikan saja ke istana, adminnya ditarik ke Istana,” tandas Andi. (flo/awa/jpnn/ps)