3 Hari Walikota Bogor Didemo, Ada Apa?

Belasan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Balaikota Bogor, Rabu (28/1/2015). Foto Rishad/pojoksatu.id
Belasan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Balaikota Bogor, Rabu (28/1/2015). Foto Rishad/pojoksatu.id
Belasan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Balaikota Bogor, Rabu (28/1/2015). Foto Rishad/pojoksatu.id

POJOKSATU – Selama tiga hari terakhir, Balaikota dan Kantor DPRD Kota Bogor tak pernah sepi dari aksi demonstrasi.  Tuntutan para demonstran berbeda-beda, mulai dari desakan pemberian santunan kepada korban tragedi Kebun Raya Bogor, penuntasan dugaan korupsi di Dinas Kesehatan, hingga aksi penolakan pembangunan mal di area Terminal Baranangsiang.

Aksi serupa kembali berulang pada Rabu (28/1/2015). Massa dari Koalisi Mahasiswa dan Pedagang Kota Bogor (Kompak) mendatangi gedung Balaikota Bogor. Mereka meminta independensi dan netralitas seleksi calon direksi PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ).

Spanduk bertuliskan ‘Menolak calon direksi titipan dan jangan diintervensi pihak manapun’ dibentangkan massa di depan Balaikota.

Koordinator aksi, Dede Firdaus menuding ada calon titipan dalam seleksi calon direksi PD PPJ 2015. “Kami meminta seleksi calon direksi PD Pasar berjalan transparan dan netral. Karena direksi yang terpilih nantinya yang akan mengatur pasar. Kami tidak peduli siapa yang nanti terpilih, yang penting bisa mengatur pasar sebaik-baiknya,” ujar Dede.


Secara keseluruhan Kompak menuntut Ketua Pansel, Ade Sarip Hidayat menjaga independensi, netralitas dan integritas dalam proses seleksi secara transparan dan akuntabel. Mereke juga menolak calon titipan dan adanya intervensi dari partai politik.

“Tidak boleh ada dikitomi antar unsur internal dan eksternal calon direksi. Pansel harus menjunjung tinggi kesinambungan demi keberlangsungan PD Pasar ke depan,” imbuhnya. (cr1)