Kasus KPK Vs Polri, Tim Independen Mulai Bekerja

Mantan Wakapolri Komjen (purn) Oegroseno.
Mantan Wakapolri Komjen (purn) Oegroseno.
Mantan Wakapolri Komjen (purn) Oegroseno.

POJOKSATU – Tim independen bentukan Presiden Joko Widodo mulai menggelar rapat untuk membahas polemik KPK vs Polri. Rapat digelar di kantor Mensesneg Pratikno, di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa, (27/1).

“Kita akan gali kedalamannya, ada apa sih. Itu aja. Masa enggak bisa ketahuan. Audit permasalahan seperti apa,” kata mantan Wakapolri Komjen (purn) Oegroseno.

Oegroseno memastikan hasil tim independen ini akan segera direkomendasikan pada presiden. Kepala negara, kata dia, menginginkan informasi dan fakta-fakta dalam polemik KPK vs Polri.

“Nantinya akan ada keppres untuk tim independen sehingga memiliki payung hukum. Kita tak memengaruhi hukum. Hukum ya biar berjalan aja. Kita tidak ada tenggat waktu. Lebih cepat lebih bagus. Pekerjaan masih banyak yang lain,” tandas Oegroseno.


Sementara itu, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Pramono Anung, mengapresiasi Presiden Jokowi yang telah membentuk tim independen untuk kasus KPK-Polri.

Ia menyebutkan, tim diisi oleh orang-orang yang tidak terlibat di dalam konflik sehingga diharapkan dapat bekerja dengan baik. Karena itu, ia berharap tim bisa bekerja dan menghasilkan sebuah keputusan yang kemudian dilaporkan ke presiden sebagai masukkan.

Ia berharap, tim bisa bekerja masksimal dalam waktu 2 minggu setelah dibentuk. Ia mengkau bahwa partainya sepakat dengan pembentukan tim tersebut, dengan menunjuk orang-orang yang dianggap kredibel.

Seperti diketahui, tujuh tokoh nasional dari berbagai latar belakang kemarin berkumpul di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, kemarin. Pertemuan itulah yang menjadi cikal bakal pembentukan tim independent. Tak ada batas waktu untuk tim dalam bekerja, namun mantan wakil Kapolri Komjen (Purn) Oegroseno, optimis dapat menyelesaikannya polemik tersebut lebih cepat.

Tim tersebut bekerja mencari informasi langsung kepada dua pihak, masing-masing KPK-Polri, khususnya
terkait kasus yang menjerat Komjen Budi Gunawan di KPK, dan komisioner Bambang Widjojanto di Bareskrim Polri.

Dalam pertemuan pertama dengan presiden, Oegro mengaku belum banyak yang dibicarakan. Mereka hanya memberikan beberapa masukkan kepada presiden.

Selain Oegroseno, tim independen juda diisi mantan Ketua MK Jimly Assidiqqie, mantan pimpinan KPK Erry Riyana dan Tumpak Hatorangan, pengajar Akpol Bambang Widodo Umar, dan ahli hukum UI Hikmahanto Juwana. (flo/jpnn/ril/sp)