Pemprov Perluas Area Parkir Elektronik

Ilustrasi Mobil Anggota DPRD DKI Jakarta

 

POJOKSATU – Pemprov DKI Jakarta terus menyempurnakan sistem pengelolaan parkir meter di Jalan Agus Salim atau Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Kamis (29/1) Dinas Perhubungan (dishub) DKI siap memperbaiki terminal parkir elektronik di kawasan tersebut. Selain itu, lokasi parkir meter elektronik bakal diperluas atau ditambah.

 

Menurut Kepala Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Sunardi Sinaga, parkir meter elektronik merupakan bagian dari upaya pemprov untuk mengembangkan dan memodernisasi sistem perparkiran. Tujuannya adalah mempermudah warga memarkir kendaraan.


 

Dari laporan tim di lapangan, banyak pengguna kendaraan yang mengeluhkan pembayaran manual. Salah satu yang dikeluhkan, pengguna kendaraan harus menukarkan uang kertas dengan koin lebih dulu. Hal itu tentu akan berpengaruh pada mobilitas pengguna yang akan memarkir kendaraan di kawasan tersebut. ”Kalau soal manfaatnya (parkir meter elektronik), saya kira cukup banyak lah,” ujarnya Senin (26/1).

 

Menurut dia, masa percobaan sistem manual sejak diresmikan September tahun lalu sudah cukup menjadi pertimbangan pemprov untuk mengoperasikan parkir meter elektronik secara permanen. Apalagi pemprov terus mendorong semua transaksi tidak dilakukan secara tunai alias beralih ke system elektronik. Proses transfer bisa memudahkan deteksi pemasukan parkir meter tersebut.

 

Jadi, kata Sunardi, permainan yang mungkin dilakukan petugas bisa dicegah sejak dini. Pemprov juga sudah menjalin kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). ”Karena semua terdeteksi, nggak ada yang bisa main-main,” tegas dia.

 

Lantas, bagaimana cara warga mendapat kartu parkir elektronik itu? Sunardi menjelaskan, saat peluncuran Kamis nanti, pihaknya menyediakan kartu di lokasi. Namun, warga juga bisa membelinya di beberapa halte Transjakarta yang menggunakan tiket elektronik.

 

Dia mengatakan, kartu parkir meter elektronik juga bisa dipakai untuk naik bus Transjakarta (busway). Kartu Transjakarta juga bisa digunakan untuk parkir meter elektronik. Pihaknya melibatkan enam bank dalam program tersebut. Yakni, Bank DKI, BCA, BRI, BNI, Bank Mandiri, dan Bank Mega. ”Karena sistemnya terintegrasi, warga perlu banyak kartu untuk busway dan parkir,” jelasnya.

 

Setelah parkir meter elektronik di Jalan Sabang diluncurkan, lanjut Sunardi, pihaknya akan melanjutkan di kawasan lain. Misalnya, Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara; dan Jalan Falatehan, Jakarta Selatan. Dua kawasan itu dipilih karena kondisinya hampir sama dengan Jalan Sabang. Jumlah kendaraan, khususnya mobil, yang terparkir cukup membeludak.

 

Dengan semakin banyaknya kawasan parkir yang menggunakan sistem elektronik, pemasukan dari sektor parkir di ibu kota semakin besar. ’’Juru parkirnya kami tata semua, jadi lebih terorganisasi seperti yang diharapkan Pak Gubernur,” katanya.

 

Lebih lanjut Sunardi mengatakan, pemasangan terminal parkir elektronik (TPE) di Jalan Boulevard Raya dan Falatehan akan dilakukan setelah penerapan TPE di Jalan Sabang tuntas. Prosesnya mungkin terlaksana awal bulan depan. Sebab, setelah TPE dengan sistem pembayaran elektronik terpasang, pihaknya menunggu hasil evaluasi. Meski begitu, dia memastikan pemasangan TPE di dua jalan tersebut tidak akan meleset. ”Mudah-mudahan tidak ada hambatan,” kata dia.

 

Pernyataan senada disampaikan Dirut PT Mata Biru Wahyu Ramadhan. Dia menjelaskan, pihaknya selaku operator TPE bersama UP Perparkiran DKI akan melaksanakan uji coba perubahan dengan sistem tiket Transjakarta itu selama sepekan. Tujuannya adalah memastikan sistem tersebut berjalan baik. Bila tidak ada masalah, pihaknya bakal memasang alat serupa di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan. ”Paling lambat dua minggu setelah uji coba di Jalan Sabang, kami pasang (TPE) di Jalan Boulevard Raya dan Jalan Falatehan,” katanya.

 

Wahyu menambahkan, selama uji coba di Jalan Sabang, pihaknya tidak akan menghapus sistem manual yang digunakan empat bulan terakhir ini. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan dalam sistem baru. ”Sebab, kami uji coba dengan enam bank sekaligus. Kami masih sediakan koin selama uji coba,” jelas dia.

 

Meski begitu, Wahyu tidak meragukan kualitas TPE yang sudah terpasang di Jalan Sabang. Antisipasi diperlukan saat kemungkinan sistem mengalami error. ”Alatnya tidak masalah, sudah jelas teruji di 40 negara,” ujarnya.

 

Bila uji coba berjalan baik, lanjut dia, pihaknya akan menutup sistem manual. Sesuai dengan rencana, ada 100 TPE yang akan dipasang di Jalan Boulevard Raya dan 30 TPE di Jalan Falatehan.

 

Dua jalan tersebut merupakan lokasi parkir favorit di kawasan bisnis Kelapa Gading dan Blok M. Tempat parkir di Jalan Boulevard Raya dan Kelapa Gading berhadapan dengan pusat kuliner. Di Jalan Falatehan, lokasinya tidak jauh dari pusat perbelanjaan Blok M.

 

Wahyu optimistis pemasangan TPE di Kelapa Gading dan Blok M tidak kalah efektif dengan di Jalan Sabang. Pengguna, pemerintah, maupun operator akan diuntungkan sistem tersebut. ”Kami tidak perlu sediain koin. Selisih yang biasa terjadi tidak akan terjadi lagi. Selain itu, kami tidak perlu takut akan ada yang merusak alat,” tegasnya. (fai/syn/co1/hud/dwi)