Massa Tolak Pengosongan Terminal, Begini Sikap Walikota Bogor

Ratusan massa berdemonstrasi di depan Balaikota Bogor. Foto Rishaq/pojoksatu.id
Ratusan massa berdemonstrasi di depan Balaikota Bogor. Foto Rishaq/pojoksatu.id
Ratusan massa berdemonstrasi di depan Balaikota Bogor. Foto Rishaq/pojoksatu.id

POJOKSATU – Setelah didemo ratusan massa dari Komunitas Paguyuban Terminal Baranangsiang (KPTB) selama satu jam, Walikota Bogor Bima Arya dan Wakil Walikota Usmar Hariman akhirnya keluar dari Balaikota Bogor pukul 11.15 WIB.

Bima Arya dan Usmar bersedia menemui demonstran di halaman Balaikota. Bima memastikan hingga saat ini belum ada pengosongan Terminal Baranangsiang. Menurut dia, rencana pembangunan mal, hotel dan apartemen di lahan Terminal Baranangsiang seluas dua hektar tersebut masih dikaji Pemerintah Kota Bogor.

“Akan kami kaji kembali. Tapi pastinya dalam waktu dekat tidak akan ada pengosongan terminal Baranangsiang,” tegas Bima.

Mendengar jawaban itu, demonstran mendesak walikota segera memutus dan membatalkan kontrak kerja sama antara Pemkot Bogor dengan PT Panca Grahatama Indonesia (PT PGI). PT PGI merupakan pihak ketiga yang akan mengelola hotel dan mal di Terminal Baranangsiang.


Menanggapi desakan tersebut, Bima menyatakan segala kemungkinan masih bisa terjadi. “Kalo dibatalkan, pemkot harus siap menerima konsekuensi berupa gugatan. Kalau diteruskan tentunya harus dilakukan sosialisasi kepada warga terminal Baranangsiang. Jadi segala kemungkinan masih terjadi. Semua masih kita kaji,” ujar Bima.

Setelah mendapat jawaban dari walikota yang memastikan tak akan ada pengosongan di Terminal Baranangsiang dalam waktu dekat ini, massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 12.00 WIB. (cr1)