DPRD Jabar: Kinerja 100 Hari Jokowi-JK Belum Optimal

Syahrir
Syahrir
Syahrir

POJOKSATU – Kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Indonesia memasuki 100 hari pertama. Berbagai tanggapan terkait kinerja presiden-wakil presiden ini pun bermunculan, salah satunya dari kalangan DPRD Jawa Barat.

Ketua Komisi I DPRD Jabar Syahrir menilai, kinerja Jokowi-JK di awal kepemimpinan ini belum sesuai harapan. Hal ini, kata Syahrir, terlihat dari beberapa kebijakan yang diambil pasangan pemenang Pemilihan Umum Presiden 2014 ini.

Sebagai contoh, Syahrir menyebut, kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi merupakan kebijakan keliru karena tidak mencerminkan adanya keberpihakan kepada rakyat. Terlebih, Jokowi-JK menaikkan harga BBM disaat harga minyak dunia sedang turun.

“Dampaknya terlihat kan, harga barang-barang dan transportasi jadi naik, ini jelas merugikan masyarakat. Meski (harga BBM) kembali diturunkan, harga-harga (barang pokok dan transportasi) tetap naik,” kata Syahrir di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin (26/1).


Selain itu, Syahrir menilai, kepemimpinan Jokowi-JK belum memberi angin segar bagi pembangunan di bidang hukum. Menurut Syahrir, adanya perselisihan KPK dengan Polri menjadi bukti belum maksimalnya peran pemimpin negeri ini.

“Karena awalnya dari presiden. Hanya merekomendasikan satu calon kapolri. DPR RI pun mau berbuat apa dengan satu orang (kandidat),” ucapnya.

Menurut Syahrir, ketegasan Presiden Jokowi akan diuji saat menyelesaikan perselisihan dua lembaga negara tersebut. “Sebenarnya (perselisihan KPK dengan Polri) tidak perlu terulang. Harus cepat diselesaikan, harus tegas, agar roda pemerintahan ini bisa berjalan normal,” katanya.

Kendati begitu, Syahrir meminta seluruh masyarakat dan pihak terkait lainnya terus mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Terlebih, masa kepemimpinan presiden-wakil presiden yang diusung PDIP ini masih tergolong baru.

“Harus tetap didukung, tetap diberi kesempatan. DPRD akan mendukung sesuai dengan tugas dan kewenangan kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menilai, kinerja Jokowi-JK pada 100 hari pertama ini cukup memberi angin segar bagi pembangunan infrastruktur. Meski tidak terlalu merinci, menurut Heryawan, anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur mengalami peningkatan sebagai kompensasi naiknya harga BBM bersubsidi. “Alhamdulillah ada percepatan-percepatan,” singkatnya. (agp)