Cinta Terlarang Guru-Siswi Itu Tumbuh Sejak SMP

Ilustrasi Seks
Ilustrasi
Ilustrasi Seks
Ilustrasi Seks

POJOKSATU -Kasih cinta antara guru dan siswi, Subhan (35) dan seorang siswi berinisial NFI yang berakhir gantung diri di Surabaya, Jawa Timur, ternyata sudah berlangsung lama. Cinta keduanya tumbuh sejak NFI masih duduk di bangku SMP. Saat itu, Subhan menjadi kepsek di sekolah tersebut.

Kasubaghumas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar mengatakan, orang tua NFI,  Budiono, sempat dipanggil ke Mapolsek Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur. Pemanggilan ini terkait dengan terpergoknya NFI dengan Subhan, warga Menganti, Gresik sedang bercinta di dalam mobil.

Keduanya dipergoki oleh Rukiyah yang merupakan isteri Subhan. Cinta terlarang yang tumbuh antara keduanya ketahuan setelah Rukiyah curiga.

Berdasar data yang dihimpun di kepolisian, kasus pencabulan tersebut berawal saat Subhan mengajak NFI jalan-jalan ke kawasan Pantai Kenjeran pada Minggu siang lalu (25/1). Mereka naik mobil Suzuki Ertiga warna putih milik Subhan.


Karena curiga pada ulah suaminya, Rukiyah memutuskan untuk membuntuti mobil suaminya itu dengan motor yang dikendarai sendirian dari Menganti. Ternyata, kecurigaan Rukiyah terbukti. Dia mendapati bahwa sang suami masuk ke kawasan Pantai Kenjeran bersama NFI sekitar pukul 14.00.

Saat diproses, Budiono dipanggil oleh polisi. Di Mapolsek, Budiono mendapat pengakuan dari putrinya yang masih duduk di kelas XI SMA tersebut bahwa dirinya sudah beberapa kali menjalin hubungan layaknya suami istri dengan Subhan.

Hubungan itu terjadi sejak mereka masih satu sekolah di sebuah SMP swasta di Menganti. Saat itu, Subhan adalah mantan kepala sekolah di SMP tersebut.

“Dari pengakuan anaknya, orang tua NFI melaporkan Subhan dengan tuduhan pencabulan anak di bawah umur,” ungkap Lily.

Pria yang juga guru tersebut lantas menjalani pemeriksaan oleh penyidik hingga Minggu pukul 23.35. Sekitar pukul 01.30, Subhan mengaku mengantuk berat dan meminta izin istirahat kepada penyidik.

“Karena belum terbit SPP (surat perintah penahanan, Red), penyidik menyuruhnya istirahat di ruang penyidik,” imbuhnya

Sekitar pukul 04.30, petugas jaga malam yang melakukan patroli mendapati Subhan telah tewas gantung diri dengan seutas tali tampar yang terikat di plafon ruang PPA.

“Kemudian, jenazahnya langsung dibawa ke RSUD dr Sutomo untuk divisum. Berdasar hasil visum, korban dipastikan tewas karena gantung diri,” katanya. (yua/jay/awa/jpnn)