Bahan Sabu, Trenggiling Rp1 Miliar Disita di Kantor Pos

Sisik treggiling  ditemukan di Kantor Pos Cibinong, Jawa Barat.
Sisik treggiling ditemukan di Kantor Pos Cibinong, Jawa Barat.

POJOKSATU – Sebanyak 263 kilogram sisik trenggiling senilai Rp1 miliar disita Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, kemarin. Sisik trenggiling ini rencananya dikirim ke Hongkong melalui Kantor Pos Indonesia cabang Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I Bogor Sri Hendrati mengatakan pukul 13.00 WIB, pihaknya menyita ratusan kilogram yang dibungkus menjadi 14 kotak.

“Setelah mendapat laporan dari pusat kami langsung bergerak ke kantor pos dan ternyata ada 14 koli trenggiling,” kata Sri, Senin (26/1).

Trenggiling itu rencananya dikirim ke Hongkong yang sebelumnya transit di Bogor dan Jakarta. “Dalam alamat yang tertera kotak adalah Hongkong, dan diduga ini akan dikirim kesana lalu dijadikan bahan kosmetik dan bahan baku sabu,” jelasnya.


Menurut Sri, trenggiling merupakan hewan langka yang sangat dilindungi bahkan hampir punah. “Hewan ini dilindungi PP nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan dan satwa dan Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Bogor Ari Wibawanto mengatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk menyelidiki pengirim paket sisik trenggiling.

“Setelah mengetahui informasi, kami langsung membuat tim menyelidiki siapa yang mengirimkan paket sisisk trenggiling,” ujarnya.

Ia menambahkan 14 koli yang disita pihaknya ditafsir mencapai Rp1 miliar, karena menurutnya untuk satu sisik dihargai 1 USD.

“Dari beberapa kasus penjualan sisik tringgiling, kebanyakan negara pemesan adalah Hongkong dan Singapura. Sedangkan tenggiling banyak ditemukan di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan,” tambahnya.
Bisnis satwa trenggiling memang sangat menggiurkan. Semua anggota tubuh yang ada pada satwa pemakan semut dan serangga itu multiguna.

Hasil penelitian menunjukkan sisik trenggiling bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan shabu-shabu. Karena pada sisik trenggiling terdapat bahan aktif tramadol HCL yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat psikotropika seperti sabu, bahkan morphin.

Daging trenggiling menurut sebagian orang cukup lezat dan gurih, seperti daging bebek. Khasiat dagingnya untuk terapi bagi penderita jantung, paru-paru dan asma (bengek).

Satu sisik trenggiling bisa dibanderol 1 dolar AS  atau Rp 9.000. Sedangkan harga seekor trenggiling dengan berat normal 2-4 kilogram bisa mencapai Rp 2 juta – Rp 4 juta (di pasaran internasional). Pedagang pengumpul biasanya membeli trenggiling Rp 100 ribu – Rp 300 ribu per ekor. (mtr/ps)