Selamatkan Rp10 Miliar, Babinsa Diberi Penghargaan

Serka Denny S Revie (kanan). foto:M Haris Syah/Fajar/pojoksatu.id
Serka Denny S Revie (kanan). foto:M Haris Syah/Fajar/pojoksatu.id
Serka Denny S Revie (kanan). foto:M Haris Syah/Fajar/pojoksatu.id

POJOKSATU – Kasus perampokan brankas berisi uang Rp 10 miliar di Mamuju Utara diklaim sebagai perampokan terbesar di Sulawesi. Kasus tersebut menjadi catatan tersendiri bagi seorang anggota Babinsa, Serka Denny S Revie. Denny yang turut andil dalam penangkapan pelaku, diberi penghargaan dari Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar.

Denny mengaku tidak menyangka diberikan penghargaan dari pimpinannya. Ia menyebut dirinya hanya menjalankan tugas. Kepada FAJAR (Grup Pojoksatu.id), ia menceritakan ihwal dirinya menggagalkan perampokan itu.

“Waktu itu sedang patroli malam, 10 Desember 2014 lalu, kemudian saya mampir di pos perbatasan Matra–Donggala. Saat itulah saya mendapat informasi perampokan dari Polres Matra,” ujarnya.

Ia bersama aparat di pos kemudian berinisiatif menggelar sweeping di perbatasan itu. Akhirnya sweepingnya berbuah hasil saat sebuah mobil silver bernopol DN 1161 AN diperiksa, di bagasinya ditemukan sekantong uang terbungkus sarung. Setelah berjibaku dengan perampok yang mencoba melarikan diri, akhirnya Serka Denny berhasil melumpuhkan mereka.


“Mereka bersenjata sementara saya dan polisi di pos tidak punya senjata apa-apa. Saat mereka mau cabut senjata langsung saya terjang, berkelahi tangan kosong, lalu saya tangkap dan ikat pakai tali seadanya,” tutur ayah empat anak itu.

Atas aksi beraninya itu, ia menuai banyak pujian. Mayjen TNI Bachtiar sendiri yang akan memberikannya piagam penghargaan di Markas Kodam VII/Wirabuana, Senin (26/1/2015).

“Panglima akan berikan piagam penghargaan, sama seperti yang diterima Prada Thoyib beberapa minggu lalu,” jelas Kepala Penerangan Kodam VII/Wrb Letkol I Made Sutia.

Denny sendiri mengaku bangga mendapat penghargaan tersebut. Namun sebagai bawahan, dirinya dengan rendah hati menyebut aksi nekatnya itu sebagai bentuk pengabdian. “Sebagai bawahan tentu bangga, tetapi lebih bangga lagi kalau bisa amankan NKRI,” ujarnya.

Sebelumnya, brankas PT Surya Raya Lestari berisi uang senilai Rp10.4 miliar digasak perampok di Desa Lambaloka, Kecamatan Serudu, Matra, Sulbar Desember lalu. Perampok tersebut didentifikasi bernama Senyur alias Amak Uncik bin Rewed (43), Amran bin Padran (33), M Nasir (51) selaku bos perampok. (ris/wik/ps)