Mulai Disidang, Profesor Nyabu Tetap Jalani Rehabilitasi

Guru besar Fakultas Hukum Unhas, Prof Musakkir yang tersangkut kasus narkoba. Foto:dok.ps.
Guru besar Fakultas Hukum Unhas, Prof Musakkir yang tersangkut kasus narkoba. Foto:dok.ps.
Guru besar Fakultas Hukum Unhas, Prof Musakkir yang tersangkut kasus narkoba. Foto:dok.ps.

POJOKSATU – Sidang perdana terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret bekas Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof Musakkir dan lima rekannya, yakni dosen Fakultas Hukum Unhas, Ismail Alrip, Andi Syamsuddin, Hariyanto, Ainun, dan Nilam Ummi Qalbi, digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (26/1).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut dipimpin oleh Majelis Hakim Andi Cakra Alam didampingi Ibrahim Palino dan Suparman sebagai hakim anggota.

JPU yang diwakili Mas’ud, dalam dakwaannya mengatakan, Musakkir ditangkap Satnarkoba Polrestabes Makkasar saat sedang pesta sabu di kamar 312 Hotel Grand Malibu, Jalan Pelita Raya, Jumat (14/11/2014) dini hari lalu. Dia ditangkap bersama seorang mahasiswi bernama Nilam dan seorang dosen Unhas Ismail Alrip dengan barang bukti 2 paket sabu dan alat isap di kamar tersebut.

Terdakwa Musakkir didakwa dengan pasal berlapis dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Bahwa terdakwa dinilai telah melakukan penyalahgunaan narkotika, dan terdakwa secara melawan hukum menguasai dan mengonsumsi narkotika golongan I, “ujar Mas’ud.


Selain itu, JPU juga menilai bahwa terdakwa Musakkir telah melakukan pembiaran terjadinya penyalahgunaan narkotika. Olehnya itu, Musakkir didakwa dengan pasal berlapis yaitu pasal 112, pasal 127, dan pasal 131 tentang narkotika dengan ancaman hukumannya maksimal 12 tahun.

Sedangkan untuk terdakwa Nilam dan Ainun, JPU menilai bahwa keduanya hanya berperan sebagai pengguna dan didakwa pasal 112 dan pasal 127 undang-undang narkotika.

Adapun Ismail Alrip, Andi Syamsuddin, dan Hariyanto, selain sebagai pengguna juga ditetapkan sebagai pemilik barang haram jenis sabu-sabu seberat 0.2 gram. Ismail dikenakan pasal 112 dan pasal 127, Andi Syamsuddin dijerat pasal 114 dan pasal 127, dan Heryanto pasal 132 Juncto pasal 127 undang-undang narkotika.

Hakim Andi Cakra Alam, usai pembacaan dakwaan menyatakan, terdakwa Musakkir, Ainun danĀ  Nilam tetap menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Baddoka Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan. “Terdakwa tetap menjalani rehabilitasi, “tutupnya.

Sementara itu, pengacara Musakkir, Djamalluddin Koedoeboen, menyatakan tidak akan melakukan eksepsi atas dakwaan tersebut. Dia memilih melanjutkan sidang untuk pembuktian benar-tidaknya tuduhan jaksa.

Menurutnya, apa yang disangkakan kepada kliennya tidak dapat dibuktikan oleh jaksa. “Ada kejanggalan dengan penangkapan Musakkir dan kami akan bukti nanti, “jelasnya.

Acram Mappaona Azis, yang juga merupakan pengacara Musakkir dan 5 terdakwa lainnya, mengatakan bahwa dakwaan jaksa belum tentu dapat dibuktikan di persidangan. “Nanti kita lihat, “jelasnya.(ure/fat/ps)