Keluarga Korban Tragedi KRB Tuntut Pemkot Bogor

sof-pohon-tumbang-KRB-9
Keluarga korban pohon tumbang Kebun Raya Bogor

POJOKSATU – Puluhan keluarga korban tragedi Kebun Raya Bogor (KBR) mendatangi kantor Balikota Bogor, Senin (26/1/2015). Mereka menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyantuni korban pohon tumbang yang menewaskan 7 orang di KRB, Minggu (11/1/2015) lalu.

Keluarga korban mendesak pemkot membiayai pendidikan anak-anak korban. Pasalnya, santunan yang diberikan KRB tidak cukup dan dinilai tidak layak. Santunan untuk korban meninggal hanya Rp 15 juta, luka ringan dan cacat permanen masing-masing hanya Rp5 juta.

Koordinator keluarga korban, sekaligus Ketua DPC ISBI, Reza Firmamnsyah, mengatakan, pemkot merupakan pihak yang menerima retribusi karcis Kebun Raya Bogor (KRB). Karena itu, pihaknya mendesak pemkot untuk mengusut tuntas tragedi yang menewaskan tujuh orang dan melukai 23 korban tersebut.

“Persoalan ini jangan sampai didiamkan. Santunan sejauh ini baru dapat Rp15 juta dari asuransi, tapi pemkot belum ada peran apapun. Kami ingin tahu sejauh mana pemkot menanggapi ini,” ujar Reza.


Menanggapi tuntutan tersebut, Walikota Bogor, Bima Arya, berencana membentuk tim khusus untuk mengelola Kebun Raya Bogor (KRB).

Didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan Bogor Raya, keluarga korban juga mendesakl pemkot ikut mengelola KRB.

Direktur Eksekutif LBH Keadilan Bogor Raya, Prasetyo Utomo mengatakan, pembetukan tim khusus bukan berarti langsung menyelesaikan masalah.

“Bagaimana kalau terulang lagi, tidak bisa dong cuma bilang karena tua dan rapuh, ini terkait pengelolaan. Kalau LIPI sebagi pengelola, lalu peran pemkot apa,” tegasnya.

Pemkot Bogor dinilai mempunyai kewajiban dan hak untuk melakukan pengawasan, terutama pengelolaan. Sebab, KRB bukan hanya tanggung jawab dari pengelola KRB, tapi juga tanggung jawab dari Pemerintah Pusat dan Pemkot Bogor.

“Tanggung jawab pemkot ini belum jelas, dalam hal apa. Ini kan termasuk wilayah administratifnya pemkot, jadi tidak bisa hanya dilempar begitu saja,” pungkasnya. (cr1)