Bima Arya: Kepala Daerah Hidup di Dua Dunia

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto
Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto
Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto

POJOKSATU – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto curhat tentang susahnya jadi kepala daerah. Curhatannya ini disampaikan dalam kesempatan pemaparan survei LSI bertajuk ‘Partai Politik di Mata Publik: Survei Evaluasi Kinerja dan Regenerasi Politik’ yang digelar di Jakarta, Minggu (25/1).

“Kepala daerah itu hidup dalam dua dunia, yaitu dunia harapan dan tagihan. Harapan adalah saat kita bersama masyarakat yang memilih kita, dan tagihan adalah tuntutan dari pihak-pihak yang mendukung kita, ada dari partai dan lain-lain,” sebut Bima.

Yang paling berbahaya, sambungnya, adalah jika seorang kepala daerah lebih dibebani oleh tagihan, sehingga kebijakan yang dibuatnya menjadi tersandra.

“Untuk membela relasi memang sangat penting, tapi penting juga ada demarkasi yang jelas biar tagihan ini tidak membebani kita,” sambung politisi muda PAN ini.


Dirinya bersyukur, bahwa ketika mencalonkan diri sebagai Walikota Bogor 2013 lalu, ia tak berhutang kepada pihak manapun.

“Saya bersyukur karena saya bisa melangkah dengan sangat ringan, karena saya sudah janji sama ibu nggak akan ngutang, karena hutang itulah yang bikin terbebani. Sebenarnya wajar kalau parpol ingin ikut cawe-cawe di pemerintahan, tapi koridornya tetap kita yang atur,” demikian Bima. (rus/rmol)