Baku Tembak 12 Jam, 49 Polisi Meregang Nyawa

Polisi Filipina mengevakuasi jenazah rekannya yang terbunuh dalam pertempuran sengit di Fhilipina Selatan, Senin (26/12015). Foto AFP/Pojoksatu.id
Polisi Filipina mengevakuasi jenazah rekannya yang terbunuh dalam pertempuran sengit di Fhilipina Selatan, Senin (26/12015). Foto AFP/Pojoksatu.id
Polisi Filipina mengevakuasi jenazah rekannya yang terbunuh dalam pertempuran sengit di Fhilipina Selatan, Senin (26/12015). Foto AFP/Pojoksatu.id

POJOKSATU – Korban akibat bentrokan berdarah antara polisi Filipina dengan militan Pront Pembebesan Islam Moro, terus bertambah.

Situs berita Filipina, Rappler.com melaporkan, pertempuran sengit selama 12 jam di Filipina Selatan itu menewaskan 49 polisi Filipina dan 6 militan Pront Pembebesan Islam Moro.  Kebanyakan korban dari aparat keamanan merupakan Anggota Unit Angkatan Aksi Khusus Kepolisian Nasional Filipina.

Baku tembak tersebut terjadi di Kota Mamasapano, Maguindanao sejak Minggu (25/1 hingga Senin (26/1). Pertempuran sengit berawal ketika polisi di daerah tersebut mengejar pembuat bom dari Malaysia dan pemimpin Jemaah Islamiyah, Zulkifli bin Hir, yang juga dikenal sebagai Marwan. Saat itu, Marwan diketahui sedang melakukan pertemuan dengan komplotannya Basit Usman.

Menurut Menteri Pertahanan Filipina, Voltaire Gazmin, Marwan terbunuh dalam operasi tersebut, sementara Usman berhasil melarikan diri.


“Insiden ini merupakan kekerasan oleh kelompok bersenjata yang ingin mengganggu keamanan dan mengacaukan proses perdamaian,” ujar Ketua Panel Perdamaian Pemerintah, Miriam Coronel-Ferrer di laman Facebooknya, Senin (26/1/2015).

Ia menyampaikan apresiasi atas keberanian polisi yang tewas dalam peristiwa nahas tersebut. Miriam Coronel-Ferrer juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga polisi yang tewas dalam baku tembak itu. (cr2)