Anggota Dewan Ini Sebut KPK-Polri Memalukan

Sunatra
Sunatra
Sunatra

POJOKSATU – DPRD Jawa Barat menyesalkan kisruh yang saat ini terjadi antara Kepolisian dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Hal ini dinilai sebagai langkah mundur yang mencoreng Indonesia dan penegakkan hukum.

Anggota DPRD Jabar Sunatra mengatakan, penahanan Wakil Ketua KPK oleh kepolisian sebagai bentuk kriminalisasi. Menurutnya, hal ini merupakan preseden buruk bagi penegakkan hukum di Tanah Air.

“Seharusnya tidak perlu ada balas dendam seperti ini. Ini sangat memalukan,” kata Sunatra.

Sunatra menilai, kedua institusi tersebut harus saling mendukung dalam memberantas korupsi. Sehingga, adanya petinggi Polri yang dijadikan tersangka oleh KPK jangan dianggap sebagai bentuk persaingan.


Maka dari itu, Sunatra meminta KPK terus menuntaskan kasus yang melibatkan petinggi Polri. Menurut Sunatra, masyarakat sangat berharap KPK mampu menuntaskan setiap kasus korupsi terutama yang merugikan negara dalam jumlah yang besar.

“Siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, apalagi yang sudah dinyatakan tersangka, KPK tidak boleh mundur dari komitmen untuk memberantas korupsi,” katanya.

Lebih lanjut Sunatra katakan, perseteruan KPK dan Polri harus segera dituntaskan. Selain akan mengurangi penegakan hukum khusunya kasus korupsi, hal ini pun akan menimbulkan berbagai kecurigaan, salah satunya adanya unsur politis.

“KPK jangan diseret ke ranah politik. Jangan jadi ajang perebutan kepentingan, jangan dijadikan alat kekuasaan untuk membunuh lawan politik,” harapnya. (agp)