PTN Tak Batasi Kuota Siswa Tak Mampu yang Ingin Kuliah

Ilustrasi

Ilustrasi-daftar-ulang-SBMP

Mereka yang tidak mampu secara finansial namun ingin melanjutkan kuliah diimbau tetap mempersiapkan diri mengikuti seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN). Program kuliah gratis lewat biaya pendidikan mahasiswa miskin (bidikmisi) tetap bisa dinikmati tahun ini.

Wakil Rektor I Universitas Airlangga (Unair) Prof Achmad Syahrani menyatakan, Unair tidak menetapkan kuota untuk bidikmisi. ’’Jadi, berapa pun yang memenuhi persyaratan, akan diterima,’’ ucap guru besar dari Fakultas Farmasi Unair tersebut.

Ini adalah tahun ketiga Unair menerima mahasiswa lewat bidikmisi. Pada 2013, Unair menetapkan kuota 900 mahasiswa bidikmisi, sedangkan pada 2014 hanya 700 mahasiswa baru.


Dengan tidak adanya pembatasan kuota, Syahrani berharap para siswa yang merasa tidak mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik.

Hal yang sama dilakukan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kepala Humas Unesa Suyatno mengungkapkan, keputusan itu diambil karena Kemenristek-Dikti memperbolehkan PTN tidak menetapkan kuota. ’’Artinya, Kemenristek-Dikti membuka peluang kuliah gratis sebanyak-banyaknya untuk mahasiswa yang tidak mampu,’’ ucap dosen bahasa Indonesia tersebut.

Karena itu, Unesa bahkan berencana membuka pendaftaran bidikmisi lewat jalur mandiri. Unesa biasanya membuka dua gelombang pendaftaran jalur mandiri. Tujuannya, para siswa memiliki waktu lebih leluasa untuk mendaftar.

Siswa yang ingin mendaftar melalui bidikmisi harus mempunyai kode akses pendaftaran (KAP) dan PIN yang didapatkan saat mendaftar melalui: bidikmisi.dikti.go.id. Pendaftaran dimulai saat ada pendaftaran SNM PTN. Salah satu syarat yang ditentukan, gaji orang tua tidak lebih dari Rp 3 juta.

Indikator lainnya, gaji orang tua dibagi dengan jumlah anggota keluarga. Bila hasilnya kurang dari Rp 750 ribu, siswa diperbolehkan mendaftar. Nanti, setiap PTN mempunyai tahap verifikasi yang harus diikuti pendaftar bidikmisi.

Mahasiswa yang diterima nanti berhak mendapat biaya hidup Rp 600 ribu per bulan dan komponen biaya yang dikelola perguruan tinggi (tidak harus diberikan kepada mahasiswa penerima) sebesar-besarnya Rp 400 ribu.

Sementara itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) belum memutuskan kuota. Panitia SNM PTN dari ITS Bekti Cahyo Hidayanto menuturkan, tahun lalu ITS menetapkan kuota 800 mahasiswa. ’’Jumlah tersebut dipenuhi lewat seleksi di jalur SNM PTN, SBM PTN, dan jalur mandiri. Tahun ini masih kami koordinasikan,’’ ucapnya.

Sementara itu, dalam pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN), tidak semua program studi (prodi) memiliki cara pendaftaran yang sama. Beberapa prodi khusus mempunyai cara pendaftaran yang berbeda. Kebanyakan adalah prodi dalam bidang seni rupa dan olahraga.

Kepala Humas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Suyatno menyatakan, Unesa menjadi PTN yang memiliki prodi terbanyak yang dalam pendaftarannya diharuskan menyertakan portofolio. ’’Yang harus dipahami, portofolio bukanlah prestasi,’’ ucapnya.

Dia menjelaskan, portofolio adalah kumpulan karya atau penampilan siswa dalam bidangnya selama masih duduk di bangku SMA. Bisa yang dihasilkan melalui kegiatan belajar formal maupun kegiatan nonformal di sekolah. Materi portofolio sudah dijelaskan secara spesifik dalam laman SNM PTN. Diharapkan, kepala sekolah sudah melakukan sosialisasi kepada siswa sehingga mereka bisa mempersiapkan.

Kebanyakan, prodi mewajibkan siswa mengunduh video yang berisi kompetensinya. Contohnya, siswa yang ingin mendaftar salah satu prodi di bidang keolahragaan. Dia harus membuat video yang berisi salah satu jenis olahraga yang dikuasai. Misalnya, seorang siswa merasa ahli dalam sepak bola. Dia pun harus mengunduh tiga teknik dasar sepak bola. Yaitu, teknik menggiring, menendang, dan menyundul bola.

Portofolio juga disertai surat keterangan kesehatan dari instansi kesehatan. Bila ada, data prestasi seperti bukti piagam atau sertifikat bisa dicantumkan. Panitia lokal SNM PTN Bekti Cahyo Hidayanto menambahkan, dokumen portofolio dianggap baik bila memenuhi tiga kriteria.

Pertama, menyertakan seluruh materi portofolio secara lengkap sesuai dengan persyaratan. Kedua, menggunakan contoh dokumen yang disediakan panitia SNM PTN. Terakhir, mengisinya secara jujur.

Tidak semua prodi harus disertai video. Misalnya, untuk bidang seni rupa, kebanyakan dibutuhkan portofolio contoh hasil gambar. ’’Pengunggahan dokumen portofolio itu dilakukan bersama dengan pendaftaran SNM PTN,’’ imbuhnya.

Jadi, dia berharap siswa yang berminat dengan prodi khusus mempersiapkan sejak sekarang. Misalnya, membuat video. Bila siswa mengalami kesulitan dalam mengunduh dokumen portofolio, mereka harus mengirimkan melalui pos kepada panitia SNM PTN nasional yang sekarang dikoordinatori Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Tapi, sebelumnya, siswa mungkin bisa meminta tolong sekolah atau humas perguruan tinggi negeri (PTN) terdekat untuk membantu pengunduhan. ’’Sebelum laporan, tolong dipastikan jaringan internet stabil sehingga kuat untuk mengunduh video dan dokumen portofolio lainnya,’’ ucapnya. (ina/c5/ayi)