Anggarkan 200 Miliar, Ganti Bola Lampu Warga dengan LED

Ilustrasi

11946_10137_Metro-Lampu-Jalan-MH-Thamri

POJOKSATU – Upaya Pemprov DKI menghemat anggaran dengan mengurangi penggunaan bola lampu listrik yang boros terus digalakkan. Tahun ini Dinas Perindustrian dan Energi DKI berfokus mengganti bola lampu listrik di permukiman warga dengan light emitting diode (LED).

Kadis Perindustrian dan Energi DKI Haris Pinradno mengatakan, program itu difokuskan di permukiman padat penduduk. ’’Banyaknya bola lampu yang belum diganti itu mengakibatkan listrik boros. Semuanya masih memakai model lama,’’ katanya Jumat (23/1).

Tahun ini, kata Haris, konsentrasi penghematan energi bergeser dari jalan-jalan utama ke permukiman padat penduduk. Seluruh gedung-gedung pemerintah pun sudah menggunakan LED. Untuk mendukung rencana tersebut, dia mengusulkan anggaran Rp 200 miliar dalam APBD DKI 2015. ’’Kami sedang memetakan mana yang prioritas,’’ ujarnya.


Dia mengatakan, investasi untuk mengganti bola lampu menggunakan LED terbilang mahal. Bahkan, nilainya tiga kali lipat daripada harga bola lampu biasa. Tetapi, pemprov tetap untung. Sebab, dari sisi usia, LED bisa mencapai belasan tahun. Bola lampu biasa hanya mampu bertahan maksimal empat tahun. ’’Namun, itu menghemat biaya hingga 40 persen. Apalagi perusahaan penyedia bola lampu memberikan garansi lama. Tentu, kondisi tersebut sangat menguntungkan,’’ tuturnya.

Menurut Haris, penggunaan LED di Jakarta memang baru dimulai pada 2012. Selama dua tahun terakhir, pemprov hanya berfokus mengganti bola lampu di jalur-jalur protokol. Dia menjelaskan, teknologi bola lampu LED terus mengalami inovasi.

’’Yang terbaru, kami sudah menggunakan LED di Jalan Agus Salim. Di lampunya ada teknologi yang terhubung ke kantor kami. Karena itu, kalau mati, redup, atau rusak, kami bisa melihatnya dari kantor,’’ tuturnya. (bad/co2/ilo)