Jokowi Bukan Negarawan, Tapi…

Jokowi
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas penangkapan komisioner KPK Bambang Wijayanto dianggap tidak menyelesaikan masalah.

Demikian diungkapkan mantan Ketua DPP Partai Hanura Fuad Bawazier.

“Menghadapi penangkapan BW (Bambang Widjojanto) atau perseteruan KPK-Polri, statement Presiden Jokowi ternyata amat normatif alias formalitas belaka. Sehingga, tidak akan banyak membantu perseteruan,” ujarnya.

Padahal, menurut Fuad, sikap tegas Presiden untuk membela KPK amat dinantikan. Karena, suka atau tidak suka, di mata dunia international lembaga KPK cukup dihormati dan disegani, bahkan sering dikatakan tinggal satu-satunya lembaga negara yang masih dapat dipercayai di Indonesia.


“Nah, dunia melihatnya KPK sedang ramai-ramai dihancurkan oleh mereka yang pro korupsi. Sehingga bisa mempengaruhi pasar dan iklim investasi,” jelas mantan menteri keuangan era Orde Baru itu.

Ditambahkannya, apabila Presiden Jokowi gagal memberikan solusi yang jelas, bukan saja nilai mata uang rupiah akan terpuruk tapi juga memperburuk citra pemerintahannya di mata publik.

“Sikap itu malah membuktikan bahwa Jokowi bukanlah negarawan melainkan hanya petugas partai semata,” demikian Fuad.

Pandangan sama juga keluar aktivis lainnya. Jokowi dianggap sebagai pimpinan yang tidak tegas.
“Pemberantasan korupsi akan terhambat karena saling sandera. Jokowi benar-benar mengecewakan seluruh rakyat Indonesia,” kata aktivis perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) Anies Hidayah di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta.

Menurutnya, pernyataan Jokowi mencerminkan sikap tidak berpihak terhadap upaya pemberantasan korupsi.

“Pernyataan Jokowi tidak lebih tegas dari seorang ketua rukun tetangga (RT),” beber Anis yang juga Direktur Migrant Care.

Diketahui, dalam pernyataannya di Istana Bogor Jumat sore, Jokowi mengingatkan agar Ketua KPK dan Wakapolri agar menghindari gesekan dalam menjalankan tugasnya. Jokowi juga meminta Polri dan KPK objektif dalam melakukan proses hukum. (rmol/jpnn)