Australia “Ngarep” Indonesia Batalkan Eksekusi 2 Warganya

11856_10051_OKe-bali-nine

POJOKSATU – Pemerintah Australia kemarin kembali meminta Indonesia untuk berpikir ulang soal keputusannya yang akan mengeksekusi mati dua warganya karena kejahatan narkoba. Alasannya, eksekusi mungkin akan merusak hubun­gan Indonesia dan Australia yang pernah rapuh di tahun sebelumnya.

Dua warga Australia itu, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, ditangkap di Bandara Denpasar, Bali, pada 2005 karena berupaya menyelundupkan 8 kilogram heroin ke Australia. Menurut Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott, dua warganya yang menjadi anggota sindikat narkoba Bali Nine” telah direformasi” dan menjalani rehabilitasi.

”Hak prerogatif untuk mengampuni harus diperluas kepada mereka,” kata Abbbot dalam sebuah pernyataan.


Australia menentang hukuman mati di dalam dan di luar negeri,” tegasnya.

Abbott mengatakan, dia dan Menteri Luar Negeri Australia Julia Bishop telah melakukan lobi langsung kepada pemerintah Indonesia, agar rencana eksekusi terhadap Myuran Sukumaran dan Andrew Chan dibatalkan.

Grasi yang diajukan Chan resmi telah ditolak Presiden Joko Widodo. Sedangkan gra­si yang diajukan Sukumaran sudah lebih dulu ditolak. Dengan demikian, kedua warga Australia itu kemung­kinan besar akan diesekusi mati seperti enam terpidana mati kasus narkoba sebelum­nya. (rmol)