Satpol PP Beber 9 Pelanggaran Cibinong City Mal

Cibinong City Mall
Cibinong City Mall
Cibinong City Mall

POJOKSATU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor membeberkan sejumlah pelanggaran pol Cibinong City Mall (CCM).

Kasatpol PP, Luthfie Syam meneybutkan, ada 9 pelanggaran CCM yang harus ditindaklanjuti. Di antaranya, menggunakan aset milik pemerintah dalam bentuk irigasi yang terdapat di sepanjang CCM bagian depan selebar 3-4 meter.

Menurutnya, lahan tersebut boleh ini dipakai, tapi harus ada izin dari pemerintah dan itu ada mekanismenya, apakah mau pinjam pakai, sewa, ditukar, atau dibeli. “Semuanya diperbolehkan asalkan disetujui oleh pihak yang berwernang,” tutur Luthfie.

Pelanggaran lain yang dilakukan mal terbesar di Cibinong itu adalah melakukan perubahan saluran drainase di pinggir jalan Tegar Beriman yang sekarang merupakan jalan provinsi.


“Seharusnya perubahan drainase tersebut dibicarakan dengan pihak Binamarga,” tambah Luthfie.

Selain itu, kata Lutfhie, CCM juga memasang lampu PJU di atas tanah pemerintah. “Semua ini harus ada izin resmi,” katnya.

Kendati demikian, Luthfie tetap mengapresiasi management CCM yang koperatif dan bertanggung jawab atas pelanggaran itu.

Dikatakan Luthfie, dua dari sembilan pelanggaran CCM sudah dia terima dari instansi terkait pada akhir Desember 2014. Dua pelanggaran itu yakni adanya bangunan yang tidak sesuai dengan site plan PT Puri Wahid. “Setelah kita kroscek, pihak CCM sudah melakukan pembetulan site plan,” imbuhnya.

Pelanggaran kedua, kata Luthfie, terdapat bangunan yang melanggar garis sempadan jalan. Lahan parkir baik di atas maupun di basement CCM terlalu dekat dengan badan jalan. Karena itum Satpol PP memutuskan untuk menutup basement dan lahan parkir.

“Kita wajibkan CCM untuk membangun tempat parkir di luar area sempadan jalan. Pihak CCM juga harus mendirikan Pos Polisi. Lalu harus dibuat rambu-rambu di sekitar jalan Tegar Beriman yang tentunya bekerja sama dengan pihak DLLAJ,” mantan Kepala Dishubkominfo itu.

Lebih jauh Luthfie mengatakan, CCM harus membantu Pemkab Bogor untuk penampungan pedagang kaki lima (PKL). “Semua penalti yang diberikan pihak Satpol PP disetujui oleh pihak CCM. Jika CCM tidak segera menuntaskannya, Satpol PP akan melakukan penutupan mal,” pungkasnya. (cr2)