Ini Klarifikasi dan Pembelaan Bambang Widjojanto

POJOKSATU – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (BW) ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. BW ditangkap terkait kasus kesaksian palsu pada persidangan pilkada Kota Waringin Barat di MK.

BW membantah dirinya mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu di persidangan. Bantahan disampaikan BW di tvOne beberapa waktu lalu. Saat itu, presenter Kabar Petang tvOne menanyakan kepada BW terkait tudingan mengarahkan saksi untuk memberikan keterangan palsu.

“Yang pertama dalam sejarah track record (rekam jejak) saya, saya bukan orang yang suka merekayasa, apalagi fakta dan kasus. Yang kedua dalam kasus seperti ini ada 68 saksi. Kalau 1 orang menyatakan seperti itu, 2 atau 3 orang, sementara hampir 95 persen atau 97 persen dia tetap melakukan, meyakini apa yang dia kemukakan, apa yang salah dalam proses itu? Kita harus berpihak pada kebenaran yang mana?” ujar BW.

Menurut BW, kasus itu muncul di tikungan. “Ada kesan bahwa ini sengaja secara sistematik dilakukan oleh seseorang. Saya tidak tahu itu siapa, yang sebenarnya punya kepentingan untuk menjegal saya,” imbuh dia.


BW menjelaskan, apa yang ia lakukan saat itu adalah upaya pendampingan seorang pengacara terhadap saksi. Hal ini biasa dilakukan oleh pengacara lain, bahkan oleh yang sudah sangat berpengalaman.

Dia mencontohkan pendampingan yang ia lakukan terhadap jurnalis tvOne Indy Rahmawati dan Alfito yang menjadi saksi dalam kasus penayangan wawancara dengan oknum mafia hukum yang diduga palsu, pada 2010 silam.

BW mengaku memberikan pengarahan untuk kedua saksi tersebut sebelum diperiksa penyidik Bareskrim. “(Saya arahkan) dengarkan penyidik dengan baik dan jangan berputar-berputar (ceritanya). Kalau tidak tahu tanya. Itulah tugas pendampingan hukum,” tutur BW.

Selain itu, Bambang mengungkapkan dirinya tidak kenal dengan orang yang menudingnya tersebut. Untuk itu, dia menyarankan untuk memeriksa kembali rekaman suara dan video di persidangan. Juga menanyakan hakim dan pihak-pihak yang kala itu berada di persidangan untuk membuktikan.

“Saya nggak kenal, karena terlalu banyak orang yang saya coba bantu. Saya ingin mengonfirmasi begini, ada audiovisual dalam seluruh proses persidangan di MK, lacak di audiovisual. Bagaimana pernyataan-pernyataan yang dikemukakan. Ada 2 pihak di sana, lawyer dan hakim yang luar biasa cermatnya,” tandas BW.

BW ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri karena diduga memberikan atau menyuruh untuk memberikan keterangan palsu di depan pengadilan dalam persidangan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada tahun 2010, terkait Pilkada 2010 di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. (one)