Djarot Geram, Pejabat Baru Asyik Selfie Saat Pelantikan

BERFOTO DENGAN FOTO: Salah seorang pejabat Pemprov DKI Jakarta mengabadikan momen dengan gambar Wapres Jusuf Kalla.
BERFOTO DENGAN FOTO: Salah seorang pejabat Pemprov DKI Jakarta mengabadikan momen dengan gambar Wapres Jusuf Kalla.
BERFOTO DENGAN FOTO: Salah seorang pejabat Pemprov DKI Jakarta mengabadikan momen dengan gambar Wapres Jusuf Kalla.

POJOKSATU – Setelah sempat tertunda sehari, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama akhirnya melantik 701 pejabat baru. Pelantikan yang awalnya dilaksanakan di halaman harus dipindah ke aula lantaran hujan. Ada lima orang yang dilantik sebagai pejabat eselon II. Lalu, terdapat 29 orang diangkat sebagai pejabat eselon III dan 667 orang eselon IV.

Pelantikan itu sempat berjalan dengan lancar. Namun, di tengah-tengah pelantikan, Wagub DKI Djarot Saiful Hidajat menyemprot beberapa pejabat yang tidak serius selama prosesi pelantikan. Sebab, saat berdiri di belakang, dia terganggu dengan ulah segelintir pejabat yang sibuk berfoto, bermain HP, dan tidak memperhatikan jalannya acara.

’’Saya tidak puas. Kenapa saya (berdiri) di belakang? Sebab, ada beberapa PNS yang berfoto saat menyanyikan Indonesia Raya,’’ ungkapnya setelah menghadiri pelatikan.

Djarot menuturkan, rasa tidak suka itu disampaikan kepada inspektur upacara. Kemudian, inspektur upacara menegur peserta untuk bisa lebih tertib saat pelantikan berlangsung.


Menurut mantan wali Kota Blitar tersebut, seorang pejabat tidak sepantasnya bermain-main ketika prosesi acara. Apalagi ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. ’’Begitu Indonesia Raya dikumandangkan, posisi tubuh harus langsung tegap dan ikut bernyanyi. Apalagi bagi seorang pejabat,’’ jelas dia.

Menanggapi hal itu, Kepala Inspektorat DKI Lasro Marbun menyatakan akan memanggil para pejabat tersebut. Mereka bakal diperingatkan. ’’Jika di lapangan ada yang main-main, kami akan memanggil mereka. Kami sekarang nggak main-main meski mereka hanya main HP. Besok kami membuat berita acara. Jadi, revolusi mental itu seperti ini, bukan sekadar wacana,’’ tegasnya.

Pemprov DKI juga bakal menaikkan tunjangan kinerja daerah (TKD) para pegawai negeri sipil (PNS) berdasar prestasi kerja. Lasro menjelaskan bahwa sistem itu bernama TKD dinamis. Jumlahnya akan naik sesuai dengan isian formulir kerja PNS atau pejabat bersangkutan. ’’Jadi, jika kamu kerja, jumlahnya benar dapat segitu. Kalau dulu, kan tidak pakai sistem itu. Hanya TKD kehadiran,’’ katanya.

Total gaji PNS DKI pun memang luar biasa. Mulai tahun ini, DKI mengatur gaji pejabat tersebut. Eselon II mendapat Rp 75 juta–Rp 80 juta, eselon III Rp 45 juta–Rp 50 juta, camat Rp 45 juta, dan lurah Rp 33 juta. Bahkan, PNS yang diam saja bisa digaji Rp 9 juta. (del/c14/hud/any)