Bawa Celurit, 5 Pelajar Diciduk Polisi

ilustrasi

POJOKSATU – Dinas Pendidikan Kota Bogor menggelar operasi gabungan untuk merazia pelajar di Kota Hujan, Jumat (23/1/2015).

Operasi gabungan yang melibatkan Satgas Pelajar,  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor dan Polres Bogor Kota dimulai sekitar pukul 09:00 WIB.

Lima pelajar dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kota Bogor terjaring dalam operasi. Mereka ditangkap karena kedapatan membawa dua bilah senjata tajam jenis celurit.

Mereka adalah Dicki kelas 11, Firman kelas 11, Dea Irwansyah kelas 11, Anjas Sandar kelas 12 dan seorang yang telah bekerja, Irfan Arpiansyah (18). Kelimanya ditangkap di Bantarjati dan di sekitar Jl. Veteran.


Menurut pengakuan kelima siswa ini, yang membawa celurit adalah Firman dan Dea. Sedangkan yang lainnya mengaku hanya ikut-ikutan.

Saat diperiksa Kasi Satgas Pelajar Kota Bogor, Teddy Kusnaedi, Firman dan Dea mengaku membawa celurit untuk menjaga diri. “Cuma buat jaga-jaga, soalnya suka dipantekin sama sekolah lain,” ujar Firman di kantor Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Kelima pelajar ini akan mendapat pembinaan dan masuk dalam pantauan kepolisian Kota Bogor.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor H. Edgar Suratman mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan sosialisasi pada siswa dan sekolah untuk penanganan penyimpangan perilaku siswa.

“Ada cara preventif dan represif. Preventifnya kita selalu lakukan pembinaan kepada siswa baik lewat LDK dan pada sekolah-sekolah yang sering masuk masalah-masalah peyimpangan perilaku siswa,” ujar Edgar.

Edgar berharap penerapan tiga pilar di sekolah makin ditingkatkan. “Pertama karakter daerah, wawasan kebangsaan, juga religinya,” tutup Edgar. (cr1)