Mau Gaji 30 Juta? PNS DKI Harus Lakukan Ini

Pelantikan-PNS-baru-Pemprov

POJOKSATU – Terpilih sebagai salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta tak serta-merta mendapatkan penghasilan tinggi. Janji Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membayar mahal anak buahnya ternyata tak semudah yang dibayangkan banyak orang. Banyak langkah yang harus ditempuh PNS DKI agar penghasilan mencapai puluhan juta. Apa saja itu?

“(Saat dilantik) nggak langsung naik gaji, itu namanya Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dinamis, kamu mesti ngisi. Contohnya, Dishub bagaimana kasih tunjangan kepada petugas Dishub, kami akan kasih dia buku tilang. Seberapa banyak dia tilangin angkot-angkot yang ngetem, di situ poin dia dapat TKD,” ujar pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (22/1).

Untuk PNS yang bekerja di kantor lurah, lanjutnya, pendapatan pegawai ditentukan dari sebanyak apa mereka melayani warga. Dari sana akan ditentukan berapa jumlah TKD yang akan mereka bawa pulang.


“Jadi yang saya sebutin lurah dapat Rp33 juta itu ada hitungan poin-poinnya. Berapa banyak got yang mampet lo beresin, bangunan liar dan saluran kotor diperbaiki. Kalau kamu kerja bener dapat gaji segitu (30 juta),” ungkapnya.

Ahok mengaku tidak akan membayar gaji pegawainya berdasarkan absensi saja. Partisipasi PNS di lingkungan masyarakat akan menjadi tolak ukur berapa besaran TKD yang akan mereka bawa pulang. Untuk pengawasan sendiri, Ahok serahkan kepada masyarakat. “Pengawasannya berdasarkan laporan masyarakat,” pungkasnya. (sim/jkt/arp)