Lebih dari Rp 100 M, KPK Sita Uang Fuad Amin

Fuad Amin

9892_8238_OKE-FOTO-AAAAA-JKT1-Fuad-Am

POJOKSATU – Sejumlah aset milik Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Demikian disampaikan Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Rabu malam (21/1).

Priharsa mengatakan, aset yang disita antara lain berupa rumah dan mobil milik tersangka dugaan suap jual beli gas alam di Bangkalan, Jawa Timur tersebut.


“Dua rumah di Surabaya dan enam mobil,” terang Priharsa.

Priharsa mengaku tak tahu secara detail alamat dari dua rumah itu. Sementara enam mobil yang disita, yakni berjenis Toyota Alphard, Toyota Camry, Honda Oddysey, Hyundai H1, Honda Mobilio dan Land Cruiser.

Selain rumah dan mobil, Priharsa bilang pihaknya juga melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang milik Fuad. Uang itu disita dari beberapa rekening. “(Jumlahnya) lebih dari Rp100 miliar,” sambung Priharsa.

Kasus yang menjerat Fuad Amin ini terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan pada 1 Desember 2014 lalu.

Oleh KPK, Fuad dijerat dengan Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Dalam perkembangannya, penyidik juga kemudian menetapkan Fuad Amin sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang. Dia disangka telah melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003. (zul)