Asyik, Menteri Jonan Wajibkan Angkot Pakai AC

Ignasius Jonan.

Ignasius_Jonan

POJOKSATU-Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akan mengeluarkan regulasi yang mengatur standar pelayanan minimum semua transportasi umum pelat kuning harus memiliki fasilitas pendingin ruangan.

Targetnya termasuk regulasi dalam 2-3 tahun, semua transportasi umum yang berbasis jalan raya atau pelat kuning harus pakai AC,” kata Jonan, Rabu (21/1).

Jonan menjelaskan alasan perlunya transportasi umum berbasis jalan raya memiliki pendingin ruangan.


Menurut mantan Dirut PT KAIitu, saat beroperasi atau sedang berjalan, pintu angkutan umum harus tertutup, demi alasan keamanan.

Agar tidak ada yang jatuh dan sebagainya. Nah, kalau tertutup enggak pakai AC, mana bisa? Kalau di daerah dingin mungkin bisa. Kalau di kota-kota besar, pasti enggak bisa,” ucap Jonan.

Sementara itu, publik media sosial memuji langkah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mewajibkan angkutan umum mengoperasikan fasilitas AC.

Tweeps berharap, warga menengah atas mau menggunakan tranportasi massal yang sejuk dan nyaman.

Di jejaring Twitter, account @resty_utami yang mengaku pengguna setia angkutan umum mendukung rencana pemerintah mewajibkan angkutan umum memasang fasilitas penyejuk udara alias AC.

Semoga segera terealisasi ya Pak,” dukungnya.

Account @AriefBudimanIIbilang, memang sepantasnya angkutan umum di negara beriklim tropis seperti Indonesia dilengkapi fasilitas Air Conditioner (AC).

Yes. Indonesia kan negara panas gitu loh,” kicaunya.

Account @rohbudbud mengatakan, kenyamanan penumpang akan meningkat dengan dioperasikannya fasilitas AC di dalam ruang penumpang.

Asik, sayonara panas. Selamat tinggal keringat dan bau badan,” kicaunya.

Sedangkan account @rytauf menilai, rencana Menhub Jonan mewajibkan angkot mengoperasikan penyejuk udara di ruang penumpang berlebihan.

Lebay, angkot di Bandung nggak perlu pake AC pak. AC alam sudah dingin ngahiliwir,” komennya.

Selain soal pemasangan AC di angkot, Jonan juga menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan mengusulkan pembangunan bus rapid transit (BRT) di 34 kota, dengan jumlah 3.000 bus, dan diadakan selama lima tahun mendatang.

Khusus untuk transportasi darat di Jawa, Jonan menargetkan, dalam lima tahun ke depan, kecepatan angkutan umum rata-rata menjadi 20 kilometer (km) per jam. Dia bilang, saat ini kecepatan rata-rata angkutan umum, khususnya di Jawa, hanya 8,3 km per jam.

Nanti ada penataan secara regulasi, misalnya di Jabodetabek. Kami akan usulkan Presiden membentuk Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sehingga satu tangan yang mengelola. Saat ini, busway dikelola sendiri, KA dikelola sendiri, sehingga sinkronisasi kurang,” kata Jonan. (rmol)