12 Tahun, TKW tak Bisa Pulang

Ilustrasi TKW
Ilustrasi TKW
Ilustrasi TKW

POJOKSATU – Wajah Aceng Supendi (59), warga Kampung Nyelempet, RT 3 RW 9, Desa Ciwale, Kecamatan Warungkondang, Cianjur terlihat sangat gusar. Langkah laki-laki itu pun sudah tidak lagi bisa tegar ketika memasuki kantor Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id) di Jalan KH Abdullan bin Nuh, Rabu (21/1) kemarin.

Kedatang laki-laki itu pun adalah kali kedua setelah sehari sebelumnya mencurahkan isi hati, ketidaberdayaannya dan kerinduan kepada anaknya, Ela Nurlaela, yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri.

Aceng mengatakan bahwa anak sulung dari empat bersaudara itu sudah 12 tahun tidak bisa pulang dari Riyadh, Arab saudi, tempatnya bekerja saat ini. Pasalnya, selama bekerja kepada majikannya ini, yakni Sayid Aidh Alutaibi, Ela tidak pernah mendapatkan hak-haknya berupa gaji bulanan.

“Anak saya sudah 12 tahun tidak bisa pulang. Saya minta tolong,” ujar Aceng memelas.


Dikatakan Aceng, anaknya itu berangkat menjadi TKW pada tahun 2004 silam dengan PT yang berkantor di Tanggeung. Namun, dua tahun selang keberangkatan anaknya ke Saudi Arabia itu, PT yang memberangkatkan Ela tutup alias bangkrut.

Sejak saat itu, kontak telepon antara keluarga di Cianjur dengan Ela pun sempat terputus. Selain itu, keberadaan Ela pun sempat hilang dan tidak terdeteksi sama sekali. Keadaan itu tentu membuat hati Aceng dan keluarganya menjadi sangat tidak menentu.

“Sempat hilang kontak dan tidak tahu posisinya di mana karena PT yang memberangkatkan Ela itu tutup. Kami bingung harus kemana,” terang Aceng.

Setelah bingung harus mencari kemana meski tidak pernah kenal putus asa, beruntung ada orang yang masih mau berbaik hati dan menolong Aceng untuk ikut membantu melacak keberadaan Ela melalui Konsulat Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Saudi Arabia.

“Saya ini orang tidak mampu. Tidak punya uang. Beruntung masih ada yang mau menolong dan membantu mencari anak saya,” jelas Aceng.

Kini, Aceng pun sudah menemukan anaknya yang sempat hilang di negeri orang itu. Berdasarkan kontak telepon yang dilakukan pihak keluarga, diketahui Ela kini bekerja di sebuah toko di Janadriyah, Riyadh, Saudi Arabia.

Namun, lanjut Aceng, komunikasi dengan anaknya itu tidak bisa dilakukan terang-terangan. Pasalnya, majikan Ela yang sekarang cukup ketat memberikan pengawasan terhadap anaknya itu.

“Katanya majikannya itu memang baik. Makan dan tempat tinggal juga layak. Tapi pengawasannya itu ketat kalau kata anak saya,” tutur Aceng.

Hal lain yang menjadi permasalahan adalah, ungkap Aceng, majikan tempat Ela bekerja itu tidak pernah sekalipun memberikan gaji bulanan kepada anaknya. Meski begitu, Ela bukan tidak pernah mencoba untuk meminta hak-haknya itu. Tapi sang majikan selalu berkata akan memberikan gajinya itu nanti dan nanti saja.
“Pernah meminta gajinya tapi majikannya itu selalu janji dan bilang nanti-nanti terus. Jadi selama 12 tahun ini anak saya tidak pernah digaji sama sekali,” terang dia.

Karena pengawasan yang cukup ketat dari majikannya itu, komunikasi yang bisa dilakukan hanya dengan sembunyi-sembunyi saja. Bahkan, komunikasi telepon itu pun tidak bisa langsung ke Ela yang memiliki nomor ID TKI 1049748872, melainkan ke toko di sebelah tempat Ela bekerja kini, yakni Toko Mesari.

“Tapi harus janjian dulu kalau mau telepon. Kalau ketahuan majikannya takut dimarahi. Soalnya memang pernah ketahuan. Makanya sekarang telponnya sembunyi-sembunyi,” urai Aceng.

Kini, Aceng pun menunggu kepulangan anaknya itu setelah sebelum melaporkan hal tersebut ke berbagai pihak terkait. Diantaranya Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, KBRI Indonesia di Riyadh dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Kemenlu di Jakarta.

“Saya juga sudah melapor ke Kades Ciwalen. Saya juga sudah buat laporan ke Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur pada awal Desember 2014 lalu. Tapi sampai sekarang belum ada kabar lanjutan. Saya mohon, tolong kami, tolong anak saya. Pulangkan anak saya. Saya tidak punya uang,” pungkas Aceng sambil menitikkan air mata.(ruh)