Harga Cabai Turun, Giliran Sembako Naik

pasar murah
Cabai dan bawang murah
Cabai. FOTO: dok
Cabai. FOTO: dok. JPNN

Meski sempat menembus di angka Rp 80 ribu, harga cabai rawit terus menurun beberapa hari terakhir. Kemarin (20/1), berdasar pantauan di sejumlah lokasi, harga cabai rawit hanya Rp 30 ribu per kilogram.

Sejumlah pedagang di Pasar Baru, Kota Probolinggo, mengakui bahwa harga cabai menurun drastis. Harga itu diturunkan pemasok cabai rawit. Maryam, 50, pedagang Pasar Baru, mengungkapkan bahwa bukan hanya cabai rawit yang mengalami penurunan harga. Harga cabai merah besar juga ikut turun.

”Harga cabai rawit dan cabai merah besar turun Rp 50 ribu per kilogram. Sebelumnya, harganya masih Rp 80 ribu, tapi sekarang sudah mencapai Rp 30 ribu per kilogram,” ujarnya.

Maryam tidak mengetahui pasti penyebab turunnya harga cabai tersebut. Dia menyatakan harga itu mengalami perubahan sejak dari tengkulak. ”Mungkin karena harga BBM turun ya,” kata dia menduga-duga.


Selain Maryam, Umi Satiah, 64, pedagang di Pasar Baru lainnya, ikut menurunkan harga cabai rawit. Harga tersebut turun sejak tiga hari yang lalu. ”Sebelumnya, harga cabai rawit masih Rp 80 ribu per kilogram. Sekarang harganya hanya Rp 30 ribu per kilogram,” jelasnya.

Sementara itu, harga sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) ternyata tidak kunjung turun, bahkan cenderung naik.

Berdasar pantauan di Pasar Pahing Kota Blitar, harga barang kebutuhan pokok masih tinggi. Misalnya, harga telur ayam yang sebelumnya Rp 19 ribu per kilogram (kg) kemarin (20/1) naik menjadi Rp 21 ribu. Bukan hanya itu, harga ayam potong juga naik dari sebelumnya Rp 25 ribu per kg menjadi Rp 30 ribu.

“Harga kebutuhan pokok tidak terpengaruh penurunan harga BBM,” tutur Musriah, salah seorang pedagang.

Menurut dia, masih tingginya harga kebutuhan pokok itu disebabkan adanya permainan tengkulak. Kenaikan harga sudah terjadi di tingkat tengkulak. “Saya mengambil ayam sudah tinggi. Mau tak mau, saya harus menaikkan harga,” ujarnya. (JPNN/ps/bh/dwi)