Bayi Perempuan Kembar Empat Lahir Normal

PREMATUR: Satu dari empat bayi kembar yang dirawat karena lahir sebelum cukup bulan.
PREMATUR: Satu dari empat bayi kembar yang dirawat karena lahir sebelum cukup bulan.
PREMATUR: Satu dari empat bayi kembar yang dirawat karena lahir sebelum cukup bulan.

POJOKSATU – Kebahagiaan Yeni Yuanita, tampaknya, tengah berlipat. Perempuan warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, itu dikaruniai empat bayi sekaligus. Bayi kembar yang semua berjenis kelamin perempuan tersebut hadir di dunia lewat persalinan normal sekitar pukul 00.40 Selasa (20/1) di RSUD dr Iskak Tulungagung.

Hanya, empat bayi mungil itu harus dirawat karena lahir prematur. Bahkan, dua bayi masih berada dalam kotak inkubator. Dua bayi lainnya ditempatkan di ruang isolasi mawar. ’’Memang, mereka (empat bayi) masih dirawat,’’ ungkap Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) RSUD dr Iskak Tulungagung M. Rifai. Kondisi sang ibu membaik setelah persalinan berjalan lancar.

Berdasar catatan petugas medis rumah sakit, ibu bayi datang sekitar pukul 23.00. Kandungannya memasuki usia 30 minggu. Tidak lama kemudian, perempuan 24 tahun tersebut sudah melahirkan empat bayi. Masing-masing memiliki bobot 1.090 gram, 902 gram, 1.030 gram, dan 860 gram. Berat badan mereka sangat kecil sehingga harus memperoleh perawatan ekstra. Normalnya, bayi lahir mempunyai berat 2–2,5 kilogram.

Yeni tidak terkejut melahirkan bayi kembar. Sebab, sejak mulai hamil, dia merasakan ada lebih dari satu janin di rahimnya. Apalagi sejumlah anggota keluarga dari sang suami, Hermawan Risdianto, memiliki anak kembar. Selain itu, menurut diagnosis dokter saat beberapa kali memeriksakan kehamilan pertamanya tersebut, Yeni sudah diperkirakan mengandung bayi kembar tiga.


’’Kalau hingga kembar empat, saya tidak tahu. Mungkin ini sudah anugerah dan tidak mimpi apa pun,’’ jelas dia. Selama mengandung, memang rasanya berbeda bila dibandingkan dengan ibu hamil pada umumnya. Saat kehamilan usia 2 hingga 4 bulan, dia sering muntah-muntah. Lantas, pada bulan berikutnya, Yeni sering gemetar dan bobotnya bertambah banyak.

Ketika usia kehamilan makin bertambah, dia tidak kuat lagi menopang tubuh. Akibatnya, Yeni tidak mampu lagi berjalan-jalan di rumah dan hanya berbaring di kamar tidur. ’’Alhamdulillah lahir selamat. Kalau nama, belum ada. Semula saya kira laki-laki,’’ tandas dia. (din/ris/JPNN/c14/any)