Aneh, 7 Penanda AirAsia Mendadak Hilang

POJOKSATU – Ada saja keanehan yang terjadi dalam proses evakuasi AirAsia QZ 8501. Setelah sebelumnya Tim SAR dan keluarga korban AirAsia mengalami kejadian misterius, kali ini proses evakuasi badan pesawat mengalami hal serupa.

Tim evakuasi dari Basarnas belum bisa melakukan pengangkatan badan pesawat karena tujuh penanda lokasi (mooring buoy) yang dipasang di delapan titik koordinat serpihan bagian-bagian pesawat hilang.

“Beberapa buoy yang kami pasang hilang. Kemungkinan talinya putus dan terbawa arus,” kata Direktur Operasional Basarnas Marsekal Pertama TNI S.B. Supriyadi di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kalimantan Tengah, Rabu (21/1/2015)

Menurut Supriyadi, im evakuasi akan melakukan pengecekan ulang apakah serpihan bagian pesawat di dasar laut ikut bergeser dari titik awal. Tim, kata dia, akan mendeteksi lagi berapa yang bergeser, berapa meter bergesernya, dan ke arah mana. Dengan demikian, titik yang dituju benar-benar tercapai.


Ia menambahkan, hari ini tim evakuasi kembali melakukan penyelaman untuk proses pengangkatan badan pesawat. Total ada 19 lifting bag atau balon yang telah disiapkan yang bisa mengapungkan beban hingga 224 ton. Namun, kemungkinan hanya empat yang akan dipakai karena berat badan pesawat diperkirakan 30 ton. Setiap balon bisa mengangkat beban hingga 12 ton.

Supriyadi mengatakan, Basarnas telah menyiapkan alat-alat pendukung seperti tali dan logistik untuk penyelaman. Para penyelam masih berupaya mencapai badan pesawat yang berada pada kedalaman 28 meter bawah laut untuk melakukan pengukuran sekaligus mencari jasad korban yang diperkirakan masih berada di dalam kabin. (one)