135 Kepsek SD Kembali jadi Guru

SERTIJAB : Kepala UPTD Pembinaan SD Mustikajaya, Iswardani Rahayu (tengah), saat melaksanakan sertijab kepala sekolah dasar di wilayah Kecamatan Mustikajaya.GIRI/RADAR BEKASI
SERTIJAB : Kepala UPTD Pembinaan SD Mustikajaya, Iswardani Rahayu (tengah), saat melaksanakan sertijab kepala sekolah dasar di wilayah Kecamatan Mustikajaya.GIRI/RADAR BEKASI

POJOKSATU – Para Kepala Sekolah (Kepsek) di Kota Bekasi,  perlu mempersiapkan diri jika harus mundur dan kembali menjadi guru biasa (Periodesasi) . Jabatan kepsek tidak berlaku seumur hidup, melainkan maksimal hanya dua periode kepemimpinan atau delapan tahun.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi mencatat, pada tahun 2014 lalu sebanyak 135 kepsek di tingkat Sekolah Dasar (SD) mendapat periodesasi, 120 kepsek mendapat promosi dan 159 terkena mutasi dan rotasi. Sedangkan untuk tingkat SMK, 4 kepsek mendapat promosi dan 2 kepsek dimutasi. Sementara tingkat SMP dan SMA belum mendapat giliran.

Seperti yang terjadi di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Mustikajaya, sebanyak empat kepala sekolah mendapat periodesasi.

’’Ada empat kepsek yang terkena periodesasi, keempatnya ada yang mengabdi hingga 16-19 tahun. Sekarang mereka dikembalikan lagi menjadi guru,” tutur Kepala UPTD Pembinaan SD Mustikajaya Iswardani Rahayu, sesaat setelah melakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) kemarin.


Ia mengatakan, periodesasi yang terjadi kepada keempat jajarannya merupakan hal yang sudah biasa dan sebagai PNS mereka sudah terikat janji harus siap ditempatkan dimanapun ketika bertugas. ’’Hal ini merupakan amanat yang harus dijalankan,” katanya.

Iswardani pada kesempatan itu juga mengatakan, selain melaksanakan sertijab periodesasi kepsek, dirinya juga melaksanakan sertijab 7 kepala sekolah yang mendapatkan promosi di UPTD Pembinaan SD Mustijkajaya.

’’Pada kesempatan ini juga dilaksanakan sertijab 7 kepsek yang mendapatkan promosi dan 4 kepsek SD Negeri yang dimutasi dari luar wilayah Kecamatan Mustikajaya dan 3 kepsek SD Negeri yang dimutasi keluar Kecamatan Mustikajaya,” paparnya.

Sementara itu, di tempat berbeda, Kepala UPTD Pembinaan SD Bekasi Timur, Ade Abdullah, membantah adanya dugaan pungutan sejumlah uang sebesar Rp1,1 juta terkait proses rotasi, mutasi dan promosi di wilayah Kecamatan Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

’’Tidak benar bahwa saya memungut sejumlah uang kepada mereka dan saya sangat menyayangkan tidak adanya konfirmasi ke saya oleh wartawan yang bersangkutan,” bantah Ade.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Rudi Sabarudin mengatakan, jika ‘setoran’ itu benar-benar terjadi, dirinya sangat menyesalkan. Karena aparatur Disdik sendiri yang mencoreng institusi.

Di sisi lain ia berharap ada pihak yang berani melaporkan kepada dirinya untuk dilakukan pemeriksaan khusus. ’’Jika terjadi sangat disayangkan dan mencederai Disdik itu sendiri,” katanya.

Rudi juga berharap, awak media bisa lebih bijak dengan mengkonfirmasi terlebih dahulu nara sumber yang bersangkutan jika diindikasikan adanya kejanggalan-kejanggalan. ’’Saya berharap agar media juga mau mengkonfirmasi kepada pihak yang diindikasikan menerima uang tersebut, agar berimbang dan tidak berat sebelah,” pungkasnya. (gir)