100 Hari, Popularitas Jokowi Terjun Bebas

Jokowi-JK

POJOKSATU – Popularitas Presiden Jokowi semakin merosot. Janji Jokowi yang dia labrak sendiri membuat pamornya merosot.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah berjalan tiga bulan. Berdasarkan hasil survei Puspol Indonesia, 60 persen responden tidak puas dengan kepemimpinan Jokowi selama tiga bulan terakhir.

Direktur Puspol Indonesia, Ubedilah Badrun mengatakan, selama tiga bulan pemerintahan Jokowi-JK dinilai oleh publik cenderung negatif, meskipun untuk program populis seperti penenggelaman kapal, dinilai positif oleh publik.

Ubedilaah mengatakan, survei dilakukan sejak 6-16 Januari 2015. Penentuan respoden menggunakan teknik multistage random sampling. Adapun aspek yang dievaluasi meliputi kebijakan pendidikan, maritim, kartu sakti, harga bahan bakar minyak (BBM), nilai tukar rupiah dan performance Jokowi.


“Konsentrasi riset dilakukan di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Jumlah responden sebanyak 765 orang dengan margin of error 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” tambahnya.

Ia berharap Presiden menegur keras empat menteri yakni menteri keuangan, menteri BUMN, menteri ESDM, dan menteri Pendidikan. Dikatakan Ubedillah, keempat menteri itu harus ditegur keras agar dapat menjalankan kebijakan kementeriannya masing-masing sesuai visi dan misi Jokowi-JK.

“Faktanya, saat ini kebijakan para menteri itu terkesan neolib. Kalau tidak berubah, saya rasa reshuffle sangat penting,” tegasnya.

Menurutnya, belum terdapat kebijakan sistemik dalam rezim pemerintahan baru.

“Kami menganalisis ada inkonsistensi. Revolusi mental tidak konsisten. Kita berpikir ada apa dengan pemerintahan baru? Dalam tiga bulan ini ada sesuatu yang tidak beres dalam pemerintahan,” ujarnya,

“Kalau tiga bulan enggak berubah, saya tidak tahu apa yang terjadi nanti, makanya kita ingatkan pemrintahan baru agar berjalan di jalurnya,” kata dia. (one)