Tangkap Jaringan Narkoba Antarprovinsi

SITA: Kapolres Pidie AKBP Sunarya memperlihatkan senjata laras panjang serta barang bukti lain hasil tangkapan empat tersangka narkoba.
SITA: Kapolres Pidie AKBP Sunarya memperlihatkan senjata laras panjang serta barang bukti lain hasil tangkapan empat tersangka narkoba.
SITA: Kapolres Pidie AKBP Sunarya memperlihatkan senjata laras panjang serta barang bukti lain hasil tangkapan empat tersangka narkoba.

POJOKSATU – Polres Pidie, Aceh, panen tangkapan narkoba. Mereka berhasil menyita 600 gram sabu-sabu yang diperkirakan bernilai Rp 800 juta dan menangkap empat pengedarnya. Mereka adalah MR, YS, warga Kabupaten Pidie Jaya; MH, warga Kabupaten Bireun; serta AN, warga Aceh Timur.

Selain itu, polisi menyita sepucuk pistol jenis air softgun dan senjata angin laras panjang yang ditengarai digunakan pelaku untuk beraksi. Akibat perbuatan mereka, empat tersangka tersebut diancam hukuman minimal 12 tahun penjara dan maksimal hukuman mati sesuai dengan hukum di Indonesia. ’’Jaringan terbesar di Pidie dan Pidie Jaya ini sudah lama kami incar. Namun, baru kali ini kami tangkap karena langsung ada barang bukti. Mereka terancam hukuman mati atau seumur hidup,’’ kata Kapolres Pidie AKBP Sunarya, Senin (19/1).

Menurut dia, empat tersangka itu merupakan distributor narkotika antarprovinsi untuk Pidie dan Pidie Jaya. Pengedar terbesarnya adalah MH, warga Simpang Mamplam, Bireun, yang ditengarai merupakan jaringan besar di Indonesia untuk Aceh dan diincar sejak lama oleh polisi. MH enggan berkomentar mengenai kapan dirinya melakoni pekerjaan tersebut serta melalui siapa dirinya bekerja dan memasok barang haram itu.

Kasatnarkoba Polres Pidie Iptu Andi Cakra Putra menambahkan, pada Sabtu (17/1) pukul 22.00 WIB di warung nasi Gampong Blang, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, pihaknya menangkap seorang tersangka berinisial MR, warga Bandar Dua, dengan barang bukti tiga paket sabu-sabu seberat 1,96 gram.


Kemudian, polisi melakukan pengembangan dan menangkap YS yang juga warga Bandar Dua di warung kopi Ulee Glee, Pidie Jaya, Minggu (18/1) pukul 11.30 WIB. Dari tangan tersangka, ditemukan dua paket sabu-sabu seberat 3,30 gram. Tidak cukup sampai di situ, saat itu polisi kembali mengembangkan kasus tersebut dan berhasil menangkap gembong terbesarnya, MH dan AN, di sebuah tambak ikan Gampong Arongan, Simpang Mamplam, Samalanga, Kabupaten Bireun, sekitar pukul 15.00 WIB.

Kerja keras polisi ternyata membuahkan hasil. Dari tangan dua tersangka itu, ditemukan lima paket sabu-sabu yang dibungkus plastik dan sebungkus besar sabu-sabu lainnya seberat 597,28 gram. Jadi, total tangkapan dari tangan tersangka mencapai 602, 54 gram dengan nilai jual Rp 800 juta. (urd/mag-58/JPNN/c15/diq)