Protes Kartun Nabi, Ratusan Ribu Umat Islam Bakar “Presiden Prancis”

Ratusan ribua umat Islam turun ke jalan memprotes majalah Charlie Hebdo yang kembali memuat kartun Nabi Muhammad
Ratusan ribua umat Islam turun ke jalan memprotes majalah Charlie Hebdo yang kembali memuat kartun Nabi Muhammad
Ratusan ribua umat Islam turun ke jalan memprotes majalah Charlie Hebdo yang kembali memuat kartun Nabi Muhammad

POJOKSATU – Keputusan majalah satir Perancis Charlie Hebdo memuat kembali kartun Nabi Muhammad pasca tragedi berdarah yang menewaskan 12 orang di kantornya, memantik kemarahan jutaan umat Islam di dunia.

Umat Islam mengutuk keras sikap Charlie Hebdo yang terkesan melecehkan Nabi Muhammad. Mereka turun ke jalan dan membakar simbol-simbol Prancis, seperti bendera dan replika Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy.

Para pengunjuk rasa berkumpul di alun-alun pasar utama di Bannu, Pakistan. Mereka meneriakkan ‘Matilah pemerintah Perancis .

Sebuah replika editor majalah Charlie Hebdo juga dibakar. Editor tersebut tewas dalam serangan brutal awal bulan ini, setelah dua orang bersenjata bertopeng jihad menyerbu markas Paris dan menewaskan 12 orang.


Selain Pakistan, demonstrasi besar-besaran juga dilakukan Iran. Sedikitnya 2.000 massa turun ke jalan berdemonstrasi di depan kantor Kedutaan Besar Prancis di Teheran. Mereka berteriak ‘Matilah Prancis’ dan mendesak duta besar Prancis meninggalkan Teheran.

Ratusan ribu orang juga berkumpul di wilayah Rusia Chechnya, di tengah meningkatnya kemarahan atas penggambaran publikasi Nabi Muhammad.

Kartun Nabi Muhammad yang dimuat Charlie Hebdo memancing amarah umat Islam. Pasalnya,  penggambaran Muhammad secara luas dilarang dalam Islam. Hal ini juga telah memicu protes di Asia, Afrika dan Timur Tengah, beberapa di antaranya menelan korban jiwa.

Iran mengecam pembantaian di Paris tetapi juga mengutuk kartun baru majalah, di mana nabi memegang ‘Je suis Charlie’ dengan tulisan di bawah judul ‘Semua dimaafkan’.

Rencana protes hari ini juga menyebabkan duta besar Prancis mengumumkan bahwa kedutaan yang terletak di pusat kota Teheran, akan ditutup sepanjang hari.

Sementara itu, di Grozny, demonstran berbaris melalui jalan-jalan di pusat kota Grozny, melepaskan balon dan membawa poster bertuliskan ‘Hands off nabi kita tercinta’ dan ‘Eropa hanya telah bersatu kita’.

“Lebih dari 800.000 orang ambil bagian dalam acara di pusat Grozny,” kata kementerian dalam negeri Rusia seperti dikutif dari Dailymail, Selasa (19/1/2015).

Pada hari Jumat, pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menulis di akun Instagram resminya bahwa mereka yang membela Charlie Hebdo adalah ‘musuh pribadi’, dan bersumpah bahwa setidaknya 1 juta orang akan bergabung dengan protes yang disponsori pemerintah di Grozny. (dailimayl/one)