KPK Sudah Sita Dokumen BG

165009_507544_budi_gunawan_DPR

POJOKSATU – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat dalam penanganan kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji (gratifikasi) yang menjerat Kepala Lemdikpol Polri Komjen Pol Budi Gunawan.

Sebelum menjerat Komjen BG, KPK bahkan sudah melakukan penyitaan berbagai dokumen yang bertalian dengan gratifikasi Kapolri terpilih tersebut.

“Setahu saya memang ada penyitaan berbagai dokumen,” terang Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto melalui pesan singkatnya, Selasa (20/1).


Walau begitu, pria yang biasa disapa BW ini belum mau mengelaborasi lebih lanjut dokumen apa yang telah disita itu. Termasuk, apakah dokumen tersebut merupakan catatan perbankan yang berkaitan dengan transaksi keuangan Komjen BG.

“Mesti dicek, apakah itu menyangkut dokumen seperti yang ditanyakan,” jelas dia.

Wakil Ketua KPK, Zulkarnain juga mengatakan hal yang sama. Tapi, lagi-lagi dia juga belum mau membuka dokumen tersebut.

“Memang ada penyitaan. Tapi itu pekerjaan penyidik. Biar saja penyidik bekerja dulu, biar bisa fokus terhadap penyidikan kasus ini,” terang Zul terpisah.

KPK diketahui telah mulai proses penyidikan terkait perkara yang menjerat calon Kapolri itu. Tiga orang saksi telah dijadwalkan menjalani pemeriksaan penyidik, Senin 19 Januari 2015. Namun, dari ketiga saksi itu, hanya satu orang yang memenuhi panggilan yakni mantan pengajar pada Sekolah Pimpinan Polri, Irjen (Purn) Syahtria Sitepu.

Adapun Komjen BG telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait transaksi mencurigakan atau tidak wajar, Selasa 13 Januari 2015. Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi yakni menerima hadiah atau janji pada saat menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi SDM Mabes Polri periode tahun 2003 2006 dan jabatan lainnya di Kepolisian RI. Komjen BG disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b, pasal 5 ayat 2, pasal 11 atau pasal 12 B UU No 31/1999 tentang Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana. (rus)