Awas! Modus Baru Penipuan

ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU-Ini bisa jadi peringatan bagi masyarakat berkenaan dengan berbagai modus penipuan yang kerap menyangkutkan salah satu kerabat atau keluarga. Pasalnya, Polres Cianjur, Senin (19/1) kemarin, berhasil menggagalkan upaya penipuan dengan menggunakan modus baru.

Menurut Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, upaya penipuan ini berawal dari laporan salah seorang warga Cugenang, O, sekitar pukul 12.05 WIB yang menyatakan bahwa anaknya, D (13) menjadi korban penculikan oleh seseorang dan meminta tebusan berupa uang sebesar Rp150 juta.

“Kami langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Ini penipuan dengan modus baru,” ungkap Dedy.
Kronologisnya, sekitar pukul 11.00 WIB kemarin, D berpamitan kepada orangtuanya dengan menggunakan sebuah sepeda motor dan berangkat seorang diri. Selang setengah jam kemudian, telepon selular orangtuanya itu menerima panggilan dari seseorang laki-laki yang menyatakan bahwa dia telah menculik anaknya.

Pria yang disebut Dedy memiliki logat melayu itu meminta tebusan berupa uang kepada orangtua D sebagai ganti pembebasan anaknya itu. Mendapatkan telepon seperti itu, O kaget dan bingung bukan kepalang.


Bukan tanpa alasan, pasalnya, selain menelpon O langsung, laki-laki yang mengaku sudah menculik anaknya itu pun memperdengarkan suara tangisan anaknya untuk meyakinkan dan sebagai bukti bahwa apa yang dikatakannya itu bukan pepesan kosong.

“Orang itu meyakinkan orangtua korban, bahwa yang dia culik itu adalah benar anaknya,” jelas Dedy.
Dalam keadaan bingung, takut dan khawatir setengah mati, O kemudian berinisiatif untuk melaporkan hal tersebut ke Polres Cianjur. Setelah mendapatkan laporan tersebut, Tim Anti-Culik Polres Cianjur pun langsung bergerak untuk melakukan serangkaian upaya penyelidikan taktis guna mencari keberadaan D.

Namun, tidak lama kemudian, sekitar pukul 13.09 WIB anak yang diinfokan telah diculik itu berhasil ditemukan dan diketahui tengah berada di rumah pamannya di daerah Sukaresmi. Selain itu, diketahui pula, bahwa keberadaan D di rumah pamannya itu adalah kehendaknya sendiri untuk sekedar bersilaturahmi.

“Jadi tidak benar bahwa D menjadi korban penculikan. D itu kami temukan di rumah pamannya, E di daerah Sukaresmi,” terang Kapolres asal Malang, Jawa Timur itu.

Dengan adanya hal ini, lanjut dia, pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan telepon ataupun informasi yang menyatakan tindakan kriminal (penculikan,red) terhadap kerabat dan sanak saudara.

Dedy berharap, agar para orangtua memberikan pengawasan terhadap anak-anaknya, khususnya ketika berpamitan akan keluar rumah. Sebaiknya, orangtua juga mengetahui persis kemana tujuan sang anak.

Selain itu, ada baiknya agar tidak selalu mengupdate informasi yang semestinya tidak diungkapkan atau diberikan secara sembarangan agar tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Bukan kami mencampuri urusan privasi. Tapi hendaknya agar hal itu dilakukan secara bijak dan waspada agar tidak dimanfaatkan oleh orang lain hingga menjadi aksi kejahatan,” tuturnya.

Selain orangtua, ada baiknya pula agar pihak sekolah juga ikut meningkatkan kepedulian terkait pengawasan dan pembinaan terhadap anak didiknya ketika berada di lingkungan sekolah. Pasalnya, sebagian waktu anak juga banyak dihabiskan di sekolah. “Saat berangkat dan pulang sekolah itu memiliki kerentanan cukup tinggi,” terang dia.

Sedangkan berkenaan telepon, sms atau informasi yang disampaikan oleh orang yang tidak dikenal atau mengaku-aku sebagai saudara, sebaiknya tidak langsung dipercaya. Apalagi, jika kemudian mereka meminta imbalan atau permintaan yang tidak wajar semisal transfer uang dengan alasan kecelakaan atau urusan dengan kepolisan atau hadiah hadiah undian maupun bentuk bentuk intimidasi lainnya.

“Jangan mudah memberikan identitas pribadi maupun keluarga seperti nama, biodata, nomor telepon, alamat dan sebagainya kepada orang yang tidak dikenal. Selain itu, segera laporkan kepada kepolisian terdekat manakala mengalami hal-hal serupa kejadian ini,” pungkas Dedy.(ruh)