Warga Desak Pembangunan Jembatan Desa

Pengendara motor melintas di luapan air Sungai Ciapus, di Kampung Munjul, Desa Pasir Eurih, Kacamatan Tamansari, kemarin. dok: Radar Bogor (Grup pojoksatu)
Pengendara motor melintas di luapan air Sungai Ciapus, di Kampung Munjul, Desa Pasir Eurih, Kacamatan Tamansari, kemarin. dok: Radar Bogor (Grup pojoksatu)
Pengendara motor melintas di luapan air Sungai Ciapus, di Kampung Munjul, Desa Pasir Eurih, Kacamatan Tamansari, kemarin. dok: Radar Bogor (Grup pojoksatu)

POJOKSATU – Derasnya hujan di Tamansari membuat aliran air Sungai Ciapus meluap ke jalan antardesa di Kampung Munjul, Desa Pasireurih, Kacamatan Tamansari, kemarin. Akibatnya, lalu lintas warga pun terhambat.

“Kalau hujan, airnya deras dan tinggi, Mas. Jadi, banyak motor mogok karena airnya masuk knalpot. Saya lewat sini, karena ini jalur antar desa. Dari Desa Ciomas bisa langsung ke Desa Sukamulya atau Tamansari. Lebih dekat,” ujar pengendara motor, Iman (30), warga Kampung Ciburial, Kecamatan Ciomas, yang motornya mogok setelah menerjang arus air, kemarin.

Pemilik warung dekat jalan, Isak (34), mengungkapkan, bukan hanya motor yang mogok, namun tak jarang ada pengendara yang terjatuh hingga terbawa arus sungai ketika hujan deras.

“Kalau hujan deras, sekarang sudah tidak ada yang berani melintas. Dulu beberapa kali ada yang nekat lewat waktu hujan deras, hampir hanyut kebawa arus sungai. Apalagi sekarang musim hujan,” paparnya.


Keadaan ini, lanjut Isak, telah lama terjadi dan belum mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Dia berharap, dinas terkait segera mengambil tindakan dengan membuat jembatan agar perlintasan desa lebih nyaman.

“Dari 2011, katanya mau dibikin jembatan. Lalu, 2013, dananya sudah turun. Tapi mana? Sampai sekarang belum juga ada jembatannya. Memperbaiki jalan ini saja dari swadaya masyarakat, agar mobil bisa lewat,” pungkasnya.

Menanggapi keluhan itu, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Ciomas, Asep Suryana, mengatakan jalur itu belum terakomodasi untuk dilakukan perbaikan. Selain itu, lanjutnya, faktor jalan yang sempit di Desa Ciomas juga menjadi alasan terbengkalainya pembangunan.

“Saya tidak tahu kapan jalan itu akan diperbaiki. Kami sudah sempat mengajukan ke pemerintah daerah agar perbaikan jalan itu terealisasi. Tapi, sampai sekarang belum ada tanggapan. Lagi pula, kalau ingin memperbaikinya, jalan di Desa Ciomas terlalu sempit, jadi sulit pengerjaannya,” jelasnya. (rp8/b)