Resah Jual Beli Jabatan Kepsek di Bekasi

RUDI SABARUDIN. dok: gobekasi
RUDI SABARUDIN. dok: gobekasi
RUDI SABARUDIN. dok: gobekasi

POJOKSATU – Rudi Sabarudin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengaku geram dengan ulah sejumlah “oknum pendidik” di Kota Bekasi. Pasalnya, oknum tersebut telah meminta sejumlah uang kepada calon kepala sekolah untuk menebus surat keputusan (SK) kepala sekolah dengan mengatasnamakan mengatas namakan kepala dinas Kota Bekasi.

“Bahkan ada yang sampai berani menggunakan nama Kadisdik untuk menyetorkan sejumlah uang untuk menebus SK mereka,” ujar Rudi.

Harga yang dipatok oknum tersebut untuk menebus SK kepala sekolah berkisar mulai Rp 7 juta hingga Rp 7,5 juta. Kepala dinas Kota Bekasi berencana akan melakukan penyelidikan oknum-oknum yang telah menggunakan nama Kadisdik untuk kepentingan sejumlah pihak terkait SK calon Kepala Sekolah yang telah mencoreng dunia pendidikan Kota Bekasi.

Hal ini diketahui karena bermula dari pengakuan sejumlah kepala sekolah yang harus menyetorkan sejumlah uang sebesar Rp20 juta hingga Rp40 juta, dalam proses promosi, rotasi dan mutasi kepala Sekolah Dasar (SD) kepada oknum dinas pendidikan Kota Bekasi beberapa waktu lalu.


Wakil Ketua PGRI Kota Bekasi, Dudung Abdul Qodir menyayangkan adanya dugaan kepala sekolah yang menggunakan uang pelicin untuk memperoleh jabatannya.

Menurut Dudung, kompetisi tidak sehat sepereti itu sudah mencederai nilai luhur profesi guru, karena mereka yang setiap harinya sebagai sosok yang digugu dan ditiru yang juga gencar melantunkan perlawanan terhadap suap-menyuap kepada anak didiknya, harus melakukan hal semacam itu.

“Saya mengutuk dan tidak membenarkan praktik-praktik seperti ini dan PGRI Kota Bekasi sangat mengecamnya,” tegas Dudung kepada Radar Bekasi (Grup pojoksatu.id).

Dudung juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan Pemkot Bekasi untuk segera melakukan proses investigasi masalah tersebut dengan membentuk sebuah tim kecil penelusuran masalah yang ada.

“Kami tidak mau ada kesan profesi tersebut seperti diperjual-belikan dan kami mendesak untuk menjatuhkan sanksi yang seberat-beratnya jika hal ini terbukti,” tambahnya.

Munculnya dugaan adanya skandal jual-beli jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) di Dinas Pendidikan Kota Bekasi, terus menuai protes dari berbagai kalangan. Tidak hanya politisi yang menyayangkan, namun kecaman juga mulai bermunculan dari kalangan mahasiswa. (ps/gir/zul)