Organda DKI Ogah Turunkan Tarif Taksi

taksi
Taksi Blue BIrd
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Harga bahan bakar minyak (BBM) diputuskan turun terhitung Minggu dini hari (18/1). Meski demikian, tarif angkutan umum di ibu kota justru tidak mengalami penurunan tarif yang signifikan.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan dalam suratnya kepada Gubernur DKI Jakarta pada Senin (19/1) mengungkapkan bahwa berdasarkan keputusan Rapat Pleno DPD Organda DKI Jakarta beserta seluruh unit tentang ketetapan tarif yang diambil pasca penurunan harga BBM oleh pemerintah, maka diputuskan tarif angkutan umum jenis taksi tidak turun.

“Khusus angkutan umum taksi tidak ada perubahan tarif. Karena tarif taksi dibuat dua pilihan yaitu tarif atas dan tarif bawah,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Balaikota.

Padahal, saat pemerintah pusat menaikkan harga BBM Desember 2014 kemarin, Organda memutuskan menaikkan tarif taksi sebesar Rp 1.500. Per tanggal 5 Desember 2014 tarif bawah taksi naik menjadi Rp 7.500 dengan tarif Rp 4.000 per kilometer selanjutnya. Adapun tarif tunggu per jam berubah menjadi Rp 48.000.


Sayangnya, saat harga BBM terjun bebas, tarif taksi justru dinyatakan tetap oleh Organda. Padahal, BBM turun harga sebelumnya Rp7.600 menjadi Rp 6.600 per liter untuk premium dan Rp 7.250 menjadi Rp 6.400 per liter untuk solar.

“Tarif flag fall Rp 7.500 dan Rp 8.000, kilometer selanjutnya Rp 4.000 dan Rp 4.600. Waktu tunggu per jam Rp 45.000 jadiĀ  Rp 55.000,” pungkas Shafruhan.(rmol/why/ps)