Alkes ASI Senilai Rp 3 M Ini Cuma Mejeng di Gudang

DIGUDANGKAN: Salah satu alkes pojok asi yang sama sekali tidak pernah difungsikan di puskesmas.
DIGUDANGKAN: Salah satu alkes pojok asi yang sama sekali tidak pernah difungsikan di puskesmas.
DIGUDANGKAN: Salah satu alkes pojok asi yang sama sekali tidak pernah difungsikan di puskesmas.

POJOKSATU – Program ruang ASI eksklusif yang gencar dikampanyekan pemerintah tidak bisa dilaksanakan secara maksimal di Tulungagung. Sejak didatangkan pada 2013, alat kesehatan (alkes) pendukung pemberian air susu ibu tersebut tidak pernah dipakai. Akibatnya, alkes senilai Rp 3 miliar itu keleleran di gudang.

Menurut sumber terpercaya koran ini, alkes tersebut semestinya digunakan untuk 15 pojok ASI yang tersebar di puskesmas, pemkab, dan Dinkes Tulungagung. Pengadaan alkes untuk satu pojok ASI membutuhkan dana Rp 190 juta untuk membeli refrigerator, kipas angin, dispenser, minicompo, breast pump, sterilisator kecil, dan alat lain. ’’Di pemkab saja tidak difungsikan apalagi di puskesmas yang tidak memiliki daya listrik yang cukup,’’ katanya.

Puskesmas yang menerima alkes pojok ASI tersebut adalah Puskesmas Campurdarat, Boyolangu, Kauman, Sendang, Pagerwojo, Tulungagung, dan Pucanglaban. Sayangnya, sampai sekarang ruang pojok ASI itu tidak berjalan optimal. Bahkan, masyarakat juga tidak bisa memanfaatkannya.

’’Alkes tersebut berasal dari pengajuan kepada Kemenkes pada 2013. Pada 2013 bantuan diturunkan. Adanya alkes tersebut berfungsi meningkatkan peran serta ibu yang memiliki bayi untuk memberikan ASI kepada bayinya dengan aman, nyaman, dan benar. Nyatanya, itu tidak dilaksanakan,’’ jelasnya.


Sementara itu, salah satu kepala puskesmas yang berhasil dikonfirmasi, yakni kepala Puskesmas Campurdarat Nuryanto, berdalih bahwa alkes pojok ASI tersebut dibiarkan mangkrak. Sebab, di puskesmas itu alkes tersebut digunakan karyawan puskesmas yang kebetulan memiliki bayi. ’’Listrik di sini cukup kok. Bahkan, rencananya, kami naikkan menjadi 13.000 watt. Yang menggunakan sementara ini ya karyawan yang baru melahirkan. Masyarakat belum pernah,’’ ucapnya kemarin (18/1). (nva/tri/JPNN/c20/any)