Ajaib, 8 Orang Ini Bertahan Hidup Meski Telah Dihukum Mati

Ilustrasi

POJOKSATU – Hukuman mati pastinya akan membuat efek jera bagi pelaku maupun masyarakat yang melihat, namun adanya hukuman mati masih pro kontra. Bagi sebagian orang, hukuman mati berarti telah mengambil hak asasi seseorang untuk tetap hidup, karena yang berhak untuk mencabut nyawa seorang manusia hanyalah Tuhan.

Belum lama ini, di Indonesia ada 6 terdakwa yang dijatuhi hukuman mati. Hukuman mati ini membuat kecaman dari beberapa negara, bahkan menimbulkan reaksi keras dari negara yang warganya terlibat. Namun, hukuman tetap dilaksanakan.

Meski demikian, hukuman mati tersebut tak berlaku bagi sebagian orang. Ternyata ada beberapa orang yang selamat dari hukuman mati dan tetap hidup. Ini daftar orang yang masih tetap hidup meski dijatuhi hukuman mati:

1. William Duell


William Duell dijatuhi hukuman pada 1740, karena terbukti memperkosa dan membunuh seorang gadis di Tyburn, London. Rencananya, ia digantung bersama empat orang lainnya.

yang membuat heran, setelah Duell digantung dan tubuhnya dibawa ke bagian pemeriksaan untuk diperiksa, salah satu petugas melihat ia kembali bernafas. Dua jam kemudian ia bisa duduk kembali. Malam itu juga, pemerintah memutuskan penangguhan hukuman Duell

2. John Henry George Lee

Tahun 1884, warga Torquay, Inggris, digegerkan dengan peristiwa pembunuhan yang sadis. Ditemukannya mayat Emma Keyse dalam kondisi mengenaskan. Tenggorokannya disayat, tubuhnya luka-luka oleh kapak, rumahnya pun dibakar. Akhirnya, pembunuh diketahui adalah salah satu pegawai di rumah Emma, yaitu Jhon Lee dan pelaku dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung.

Anehnya, ketika Lee akan digantung, papan di bawah kakinya yang seharusnya terbuka dan membuatnya tergantung, tidak berfungsi. Hal tersebut berulang hingga tiga kali. Akhirnya Lee dikembalikan ke sel dan hukumannya dikurangi menjadi penjara seumur hidup.

3. Elizabeth Proctor

Elizabeth Proctor dan suaminya diduga sebagai penyihir di Salem. Mereka kemudian ditangkap dan diadili pada tahun 1692. Pengadilan memutuskan mereka bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Elizabeth yang saat itu sedang hamil diberikan penundaan eksekusi sampai bayinya lahir sedangkan suaminya tetap dihukum.

Pada Januari 1693, Elizabeth melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama John. Beruntung, ketika itu Gubernur Salem berganti. Gubernur yang baru kemudian memerintahkan membebaskan tahanan yang dihukum tanpa bukti kuat. Elizabeth dan putranya pun dibebaskan.

4. Wenseslao Moguel

Moguel ditangkap pada 18 Maret 1915 ketika berperang dalam revolusi Meksiko. Tanpa menjalani proses peradilan, ia langsung dijatuhi hukuman mati dan akan dieksekusi oleh regu tembak.

ajaibnya, meski telah menerima 9 tembakan termasuk ke kepalanya, ia berhasil bangkit dan melarikan diri. Moguel pun tetap hidup meski mukanya rusak oleh peluru.

5. Maggie Dikson

Maggie berselingkuh dengan anak pemilik penginapan tempat ia bekerja hingga melahirkan seorang bayi dari hasil perselingkuhan mereka. Maggie berhasil menyembunyikan kehamilannya dengan baik sampai bayinya lahir. Namun, bayinya lahir prematur dan meninggal beberapa hari setelah dilahirkan. Maggie pun membuang bayinya di sungai.

Akan tetapi, mayat bayinya ditemukan seseorang dan berhasil ditelusuri hingga diketahui bahwa Maggie pelakunya. Pada tahun 1724, Maggie diputuskan bersalah dan dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung. Setelah eksekusi, tubuhnya dibawa ke pemakaman. Alangkah kagetnya orang-orang yang membawa peti mati saat mendengar ketukan dari dalam. Maggie ternyata masih hidup. Hukuman untuknya kemudian dibebaskan.

6. Zoleykhah Kadkhoda

Pada tahun 1997, seorang wanita muda berusia 20 tahun di Iran, didakwa atas tuduhan melakukan hubungan seksual di luar nikah dan dijatuhi hukuman mati dengan cara dirajam di Iran pada tahun 1997. Perempuan yang bernama Zoleykhah tersebut dikubur hingga pinggang dan dirajam.

Namun, hukuman itu dilakukan hanya sebentar karena banyak penduduk yang protes. Awalnya Zoleykhah dikira telah meninggal tapi ternyata ia kembali bernapas saat di rumah sakit. Pihak berwenang Iran kemudian membebaskan ia dari hukuman mati tersebut.

7. Willie Francis

Lelaki muda asal Amerika Serikat berusia 16 tahun dijatuhi hukuman mati pada tahun 1945 setelah terbukti membunuh seorang pemilik toko obat di Louisiana. Lelaki bernama Willie terbukti bersalah dan pada tanggal 3 Maret 1946, dijatuhi hukuman mati menggunakan kursi listrik.

Willie pun disetrum menggunakan listrik bertegangan tinggi. Anehnya, beberapa saat kemudian ia bergerak dan berontak. Willie berteriak bahwa ia belum mati dan tak ingin mati. Ia kemudian mengajukan banding, dan kemudian pengadilan mengurangi hukumannya.

8. Alireza

Seorang lelaki 37 tahun di Iran didakwa karena menyelundupkan narkotika dan dijatuhi hukuman mati. Eksekusi bertempat di sebuah penjara terletak di Provinsi Khorasan, sebelah utara Iran. Tepat sebelum matahari terbit dan selesai salat subuh, Alireza digantung selama 12 menit hingga dinyatakan tak bernyawa.

Namun ada yang aneh ketika Alireza akan dibawa untuk dimakamkan, di kamar mayat petugas mendapat pemandangan tidak biasa. Plastik pembungkus mayat Alireza berembun, tanda lelaki itu masih hidup. Alireza segera dilarikan ke Rumah Sakit Bojnurd Imam Ali. (zul)