Ahok Jadikan Nabi Muhammad Panutan Memimpin Jakarta

Basuki Tjahja Purnama (Ahok)
ahok
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

POJOKSATU – Kendati beragama Kristen, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tak malu mengakui dirinya meneladani Nabi Muhammad SAW dalam memimpin Jakarta.

Nabi Muhammad, kata Ahok, patut dijadikan panutan dalam memimpin. Rasulullah memiliki sifat mulai, seperti siddik (jujur), amanah (dapat dipercaya), tablig (menyampaikan kebenaran), dan fatanah (cerdas).

“Banyak orang bilang jangan pilih Ahok (jadi gubernur), ingat Al-Maidah ayat 51, yang menyebutkan memilih pemimpin dari kaum Nasrani termasuk golongan kafir dan masuk neraka. Ternyata anggapan itu tidak teruji, beberapa orang lainnya memilih Ahok. Mereka berpikir saya memenuhi kriteria siddik, amanah, tablig, dan fatanah,” kata Ahok pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad 1436 Hijriah di Gedung Smesco, Jakarta.

Menurut Ahok, sebuah kota ataupun negara akan lebih maju jika sang pemimpin dapat menerapkan dan meneladani keempat sifat Rasulullah itu. Ia mengaku sudah mengagumi Nabi Muhammad sejak masih kecil.


“Saat duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP), saya bersekolah di sekolah Islam. Dari situlah saya¬† mempelajari ajaran-ajaran Islam,” imbuhnya.

Dikatakan Ahok, di dunia ini tidak ada manusia yang dapat dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW. Dia tidak bisa dibandingkan dengan Nabi Isa yang tidak pernah memimpin pemerintahan seperti Nabi Muhammad.

Menurutnya, jika pemimpin yang ada di Indonesia memiliki sifat dan sikap seperti Rasulullah Muhammad SAW itu, maka akan terjadi perubahan yang signifikan terhadap kehidupan rakyat Indonesia. Meski belum diberi hidayah Islam, Ahok tetap menjalankan sifat-sifat nabi besar Muhammad SAW.

“Saya juga kagum, Nabi Muhammad itu tidak pernah memanggil orang lain dengan sebutan asisten atau hamba, tetapi sahabat,” tambahnya.

Sepanjang Basuki menyampaikan sambutannya, tak henti-hentinya Ahok mendapat tepuk tangan dari jemaah yang memadati gedung Smesco. Seusai menghadiri acara pun, Ahok dicegat ibu-ibu yang memintanya untuk berfoto bersama. (one)