Warga Meluber di Tempat Pemakaman Rani

Ratusan warga meluber di area pemakaman Rani. Foto Guruh/pojoksatu
Ratusan warga meluber di area pemakaman Rani. Foto Guruh/pojoksatu
Ratusan warga meluber di area pemakaman Rani. Foto Guruh/pojoksatu

POJOKSATU – Kedatangan jenasah Rani Andriani, terpidana mati kasus penyelundupan narkoba jenis heroin yang tidak lain adalah warga Cianjur itu sangat menarik perhatian warga RT RW 8 Kampung Ciranjang, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Minggu (18/1)

Sejak pukul 06:00, warga sudah terlihat berkerumun di sekitar pemakaman keluarga. Semakin siang, warga semakin menyemut hingga meluber ke jalan-jalan di sekitar pemakaman yang terletak 100 meter dari gapura Gang Siti Khodijah.

Hal itu membuat Jalan Raya Mohacmmad Ali atau yang juga dilalui kendaraan truk cukup besar dan menghubungkan Ciranjang-Bojongpicung itu pun mengalami kemacetan.

Sementara, pengamanan dilakukan cukup ketat dengan mengerahkan puluhan personel dari Sat Sabhara Polres Cianjur dengan persenjataan lengkap.


Sekitar pukul 10.15, mobil ambulan yang mengantarkan jenasah Rani tiba dengan kawalan dari pihak kepolisian dan langsung ditempatkan di rumah salah satu kerabat Rani untuk dishalatkan dulu. Tampak sebagian keluarga, teman dan kerabat yang sudah berkumpul menanti kedatangan jenasah.

Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut dengan menggunakan kamera telepon selular.

Sedangkan suasana mendadak berubah haru sekaligus menegangkan ketika peti mati jenazah Rani akan dikeluarkan dari mobil ambulan. Tidak sedikit keluarga, teman dan kerabat menitikkan air mata.

Sementara, Ayah Rani, Andi Sukandi terlihat berjalan dengan dibopong oleh keluarga yang lainnya diikuti adik Rani, Poppi Aprianti yang mengikuti proses eksekusi Rani dan berada di Lapas Nusakambangan sejak 2 hari sebelum eksekusi. (ruh)