Tujuh Gereja Dibakar Gara-Gara Charlie Hebdo

Demonstran membakar gereja, mobil polisi dan rumah penduduk sebagai bentuk protes terhadap pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW. Foto AFP/Pojoksatu
Demonstran membakar gereja, mobil polisi dan rumah penduduk sebagai bentuk protes terhadap pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW. Foto AFP/Pojoksatu
Demonstran membakar gereja, mobil polisi dan rumah penduduk sebagai bentuk protes terhadap pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW. Foto AFP/Pojoksatu

POJOKSATU – Protes terhadap majalah Charlie Hebdo yang kembali menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW terjadi di sejumlah negara. Protes paling parah terjadi di Nigeria. Penduduk non muslim di negara itu menjadi sasaran pelampiasan demonstran.

Sediktinya empat orang tewas dan tujuh gereja dibakar dalam aksi yang dimulai sejak Sabtu (17/1/2015) tersebut. Gereja yang dibakar berada di Ibu Kota Niamey.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Ahad (18/1), massa merusak dan membakar tujuh gereja aliran evangelis banyak di pinggiran sungai membelah Niamey. Mereka juga merangsek ke sejumlah bangunan meski tanpa lambang keagamaan namun diyakini itu rumah ibadah non-muslim.

Pengrusakan gereja sudah terjadi sejak kemarin. Sekitar 100 personil dari kepolisian berjaga-jaga seputar katedral di Niamey demi menghindari hal-hal tidak diinginkan.


Prancis mengutuk keras pengrusakan ini dan menghimbau warganya tetap di rumah selama kekerasan terjadi di Nigeria. Selain gereja, bangunan dan bisnis berhubungan dengan Prancis juga diserang termasuk kios telepon dikelola perusahaan Prancis, Orange.

Kekerasan ini bermula dari tewasnya tiga warga sipil dan 45 korban luka akibat bentrok polisi dan pengunjuk rasa anti-Charlie Hebdo di Kota Zinder.

Sebelumnya diberitakan, empat orang tewas dalam demo anti-Charlie Hebdo di Niger. Tiga di antaranya warga sipil dan seorang polisi. Demo di Niger bersamaan denga demo yang dilakukan warga Muslim di seluruh dunia usai salat Jumat kemarin.

”Ada satu polisi tewas dan tiga warga sipil,” kata sumber polisi di Nigeria kepada Reuters. ”Beberapa demonstran bersenjatakan busur dan anak panah. Terjadi bentrokan yang sangat keras di beberapa tempat,” kata sumber itu. (one)