Ternyata AKBP AB Sudah Lama Digelari ‘Dosen Cabul’

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

POJOKSATU  – Pasca kasus pelecehan seksual yang dilakukan  AKBP AB terhadap dua mahasiwi Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar mencuat ke publik, sejumlah mahasiwi UIT angkat bicara terkait ulah AB yang juga dosen fakultas hukum di kampus itu.

DN (19) mahasiswi Fakultas Hukum UIT mengatakan, AB yang juga Kepala Bidang Hukum Polda Sulelbar itu ternyata sudah lama dikenal sebagai dosen cabul. Menurutnya, sebagian besar mahasiswa di UIT, utamanya di Fakultas Hukum sudah lama mengetahui kelakuan AB. Bahkan di kampus itu, AB digelari ‘Dosen Lale’ (bahasa Makassar yang berarti dosen cabul).

“Kami memang tidak heran kalau Pak AB dilaporkan dalam kasus pelecehan karena mahasisi di sini saja memberikan gelar sebagai dosen lale (dosen cabul),“ ujar DN mahisiwi semester 3, FH UIT ini, Minggu (18/1).

Ia mengungkapkan, sudah banyak kasus pelecehan terhadap mahasiswi UIT yang dilakukan AB. Banyak mahasiswi yang pernah jadi korbannya, namun tidak semuanya melapor. AB dikenal suka memegang tangan mahasiswinya, kadang mencolek paha, bahkan ia pernah mendengar salah satu mahasiwi di ajak ke hotel.


“Pernah juga sahabat saya diajak ke hotel. Alasanya dosen itu mengajak untuk mengikuti seminar seminar. Pas sampai di hotel, bukannya ke acara seminar, Pak AB malah buka kamar hotel. Spontan teman saya lari, karena kami sudah tahu sifat dosen lale itu,“ kisahnya.

Saat ini AKBP AB telah menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sulselbar. Sejak pemeriksaan dilakaukan  Jumat (16/1) kepolisian Polda Sulsebar belum merilis hasil pemeriksaan perwira yang sudah meliliki keluarga tersebut.

“Tidak ada yang kebal hukum dinda, kalau ada oknum melanggar ya diproses. Tinggal melihat pelanggarannya apa. Kalau nanti terbukti ya akan ada sanksi disiplin, bisa saja pemecatan secara tidak hormat,”  kata Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi sebelumnya.

Sebelumnya, AKBP AB dilaporkan ke polisi oleh dua mahasiswi UIT. IS dan TE mengaku korban kasus pelecehan seksual yang dilakukan AB. IS mengalami saat dibonceng AB, sementara TE mengalaminya di dalam taksi.(ure/fat)