Mabuk Saat Mengemudi, Wajib Pasang Alat Tes Ukur Nafas Alkohol

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ilustrasi. Foto: Istimewa

POJOKSATU – Pemerintah New South Wales mulai bulan depan akan memaksa pengemudi yang berulang kali kedapatan mengemudi dalam keadaan mabuk untuk membayar pemasangan alat tes kandungan alkohol dalam nafas di mobil mereka senilai ribuan dolar.

Mulai 1 Februari mendatang, siapa saja yang kedapatan didalam darahnya terdapat kandungan alkohol 0.15 atau lebih dan ternyata telah beberapa kali tertangkap melakukan pelanggaran mengemudi dalam keadaan mabuk akan diwajibkan memasang sistem interlok alat tes kandungan alkohol dalam nafas di kendaraan mereka selama minimal 12 bulan.
Alat interlock ini akan dipasang pada kunci kontak mobil dan pengemudi harus melakukan tes nafas dahulu untuk menyalakan kendaraan. Kendaraan mereka baru akan bisa menyala jika hasil rekaman alkohol dari tes yang dilakukannya menunjukan angka nol.
Menteri Jalan Raya NSW, Duncan Gay mengatakan ini merupakan upaya pemerintah NSW untuk menekan kecelakaan di jalan akibat alkohol.
“Program ini bertujuan melindungi orang-orang yang tidak bersalah yang dengan secara tidak adil hidupnya direnggut oleh pengemudi mabuk,” tegas Gay.
“Saya tidak akan membela pengemudi mabuk bertaruh dengan nyawa orang hanya karena tindakan mereka yang bodok dan tidak bertanggung jawab,” katanya.
Menurutnya kematian akibat alkohol sudah menurun, namun alkohol masih menjadi pembunuh terbesar nomor dua di jalan di NSW.
“Saat ini setiap tahunnya ada 20 ribu orang yang kedapatan mengengemudi dalam keadaan mabuk dan kita harus menghentikannya,’ tambahnya.
Duncan Gay juga mengatakan sudah ada penurunan signifikan kasus trauma di jalan terkait penyalahgunaan alkohol selama 30 tahun, dan sangat memalukan melihat ada lebih dari 20 ribu pengemudi di NSW yang dihukum karena mengemudi dalam keadaan mabuk setiap tahunnya.
“Kebanyakan pelaku mengakui perbuatannya dan tidak melakukan lagi, namun sayangnya satu dari 6 pelaku pelanggaran kembali tertangkap mengemudi dalam keadaan mabuk dalam kurun waktu 5 tahun – dan kelompok inilah yang menjadi sasaran dari kebijakan baru ini,” katanya.
Pemerintah NSW telah menunjuk tiga penyedia teknologi ini untuk melakukan tugas pemasangan alat ini berdasarkan proses tender yang ketat. Perusahaan pemasang alat itu diantaranya Guardian Interlock Systems, Draeger Safety Pacific, dan Smart Start Interlocks.
Gay mengaku program ini dapat menjaring lebih dari 6,000 pengemudi mabuk baru masuk dalam program ini setiap tahunnya.
“Peserta program akan diwajibkan membayar sekitar $2,200 atau sekitar Rp23 juta per tahun untuk menggunakan sistem interlock tersebut dan petugas dari program ini menyediakan program cicilan untuk membayar biaya itu hingga subsidi penuh bagi mereka yang benar-benar dalam kesulitan keuangan yang parah, “katanya.
“Hukuman bagi orang yang berusaha mengutak-atik alat tersebut, termasuk mereka yang berusaha membantu partisipan mengelabui sistem ini akan didena sebesar $2,200.
Program ini mengikuti kebijakan serupa yang diberlakukan Pemerintah Negara Bagian Victoria dan ACT tahun lalu.