Keluarga Rani Minta Grasi Olla dan Deni Ditinjau Ulang

4 rani
Keluarga dan kerabat berdoa di makam Rani

POJOKSATU – Selain menyesalkan ketidakhadiran satupun keluarga Meirika Franola alias Olla, pihak keluarga juga meminta agar grasi yang diterima Olla dari presiden SBY ditinjau ulang.

“Kami juga ingin grasi Olla ditinjau kembali dan kabarnya memang seperti itu. Seharusnya Rani yang hukumannya seumur hidup dan Olla hukuman mati. Jangan malah terbalik, Rani yang bertindak sebagai kurir dihukum mati, sementara Olla sebagai bandar malah dihukum seumur hidup. Ini kan aneh dan tidak adil,” kata Yuki.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rani telah dieksekusi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan dini hari tadi. Terpidana mati kasus narkoba itu dikebumikan di pemakaman keluarga di Kampung Ciranjang RT 1 RW 8 Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang.

Pada Agustus 2000, Olla bersama dua sepupunya, Deni Setia Maharwa alias Rafi Muhammed Majid dan Rani Andriani, divonis hukuman mati. Mereka terbukti bersalah menyelundupkan 3,5 kilogram heroin dan 3 kg kokain melalui Bandara Soekarno-Hatta ke London, 12 Januari tahun 2000 .


Olla sendiri kini masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Tangerang setelah memperoleh grasi sehingga vonis hukuman mati yang harus dijalaninya diringankan menjadi hukuman seumur hidup. Grasi ini juga diperoleh Deni. (ruh)